SMPN 4 Pare Jadi Saksi Perjuangan Tahun 1949, Ada Peristiwa Apa Waktu Itu?

Anwar Bahar Basalamah • Dipublikasikan Selasa, 23 Mei 2023 | 16:34 WIB
BERSEJARAH: Budi Hartoyo dari keluarga besar TPG Brigade 17 menunjukkan bekas peralatan yang dimanfaatkan untuk logistik bertempur melawan penjajah Belanda. Peninggalan peralatan itu masih tersimpan di SMPN 4 Pare hingga sekarang. (Foto: Andhika Attar/JPR
BERSEJARAH: Budi Hartoyo dari keluarga besar TPG Brigade 17 menunjukkan bekas peralatan yang dimanfaatkan untuk logistik bertempur melawan penjajah Belanda. Peninggalan peralatan itu masih tersimpan di SMPN 4 Pare hingga sekarang. (Foto: Andhika Attar/JPR
KEDIRI, JP Radar Kediri- Pada 22 Mei 1949 diyakini menjadi perjuangan Tentara Genie Pelajar (TGP) serta warga Pare dan sekitarnya melawan pasukan Belanda. Dari peristiwa itu, banyak kalangan ingin mendorong agar diperingati sebagai Hari Perjuangan Rakyat Pare mengusir penjajah.

Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menghadiri langsung sarasehan yang membahas hal tersebut di SMPN 4 Pare. Dhito didampingi Kapolres Kediri AKBP Agung Setyo Nugroho beserta jajaran pengajar dan keluarga besar TPG Brigade 17.

“Sekolah ini merupakan salah satu saksi sejarah yang terjadi pada 22 Mei 1949. Saat itu ada serangan umum yang dilakukan oleh Belanda,” ujar Dhito.

Photo
Photo
(Foto: Andhika Attar/JPRK)

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri, SMPN 4 Pare dulunya sekolah teknik (ST) markas besar TGP Brigade 17. Pelajar ST membantu pejuang dengan membuat dan memberikan logistik untuk bertempur. Seperti peluru dan semacamnya. Itu dibuat sendiri oleh para pelajar. Kebetulan, peralatan di sana lengkap. Bahkan, peninggalan peralatan itu masih tersimpan hingga sekarang.

Dhito menyatakan, pemkab mendukung upaya penetapan 22 Mei sebagai Hari Perjuangan Rakyat Pare. Termasuk menjadikan SMPN 4 Pare sebagai museum perjuangan. Hanya saja, harus ada kajian menyeluruh dan akurat. “Kami siap. Tetapi harus disertai kajian-kajian yang valid. Kami tidak akan sungkan memberikan dukungan,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Kabid Sejarah dan Kepurbakalaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri Eko Priatno. Menurutnya, kajian tersebut harus disusun dengan seksama. Termasuk dengan mengumpulkan bukti-bukti sejarah yang mendukung hal tersebut.

Eko tidak memungkiri SMPN 4 Pare memiliki sejarah panjang. Bahkan, ruang kelas bagian depan sekolah tersebut merupakan peninggalan kolonial. Terlihat dari bentuk dan desain bangunannya. “Kami juga sudah memasukkannya sebagai Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB),” terangnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 4 Pare Nur Subianto berharap, wacana tersebut direalisasikan. Pasalnya, pesan yang dapat disampaikan kepada murid dan warga Pare akan semakin kuat. “Kami ingin siswa dapat meneladani perjuangan pahlawan. Semangatnya harus terus kita jaga,” pungkasnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah
Tentara Genie Pelajar pendidikan hari perjuangan rakyat perjuangan sekolah