Prestasi bergengsi itu diraih 3 siswa kelas XII MIPA, Alyssa Salsabila Putri Handika, Muhammad Dhiya’ Ulhaq dan Chandra Nur Iman Ardiyan. Mereka sukses menyabet juara pertama pada olimpiade sains dan kedokteran paling bergengsi di tanah air. Yaitu Medical Science and Application Competition (Medspin) 2022 yang digelar Universitas Airlangga (Unair Surabaya). “Tak mudah meraihnya. Lawannya 900 lebih tim dari sekolah favorit di Indonesia,” ucap Kepala MAN 2 Kota Kediri Drs. Nursalim M.Pd.I.
Olimpiade kedokteran lain diraih Bayu Cahyo Bintoro dan Intan Asni Saharani. Tim yang juga anggota Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) An-Nahl itu sukses meraih juara 1 Madrasah Young Researcher (Myres) Unair tahun ini. Untuk meraih itu, mereka harus melakukan riset panjang membuat alat medis pendeteksi komplikasi diabetes media air liur (saliva). Karya itu berhasil menyisihkan 9.222 penelitian siswa se-Indonesia.
Di bidang sains, Muhamad Dhiya’ Ulhaq juga tak kalah mentereng. Ia mendulang dua medali emas sekaligus. Siswa kelahiran Tuban itu memborongnya pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) Kemendikbudristek dan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Kemenag RI (14/10). Sedangkan di ajang robotik, dua tim dari MAN 2 Kota Kediri meraih juara 1 dan 3 ajang Robot Line Follower Transporter Ebotec Universitas Gajah Mada (23/11). Tim peraih juara 1 adalah Dani Wahyu A, Wildan Daffa, M. Wildan Mustamil dan Maulana Putri Asyhari. Sedangkan di posisi tiga M. Fariduddin, Bayu Cahyo B, M. Hanif Awaluddin. Editor : Anwar Bahar Basalamah