Salah satu yang dimonitor adalah SDN Grogol 2. Sekolah di tepi Jalan Raya Kediri-Nganjuk, Desa/Kecamatan Grogol, itu dipastikan menggelar asesmen dengan lancar. "Fasilitas di sekolah ini tidak ada masalah, internetnya juga lancar," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Kediri.
Materi numerasi di hari kedua mendapat perhatian khusus. Pasalnya, masih jadi pekerjaan rumah (PR). Muhsin mengatakan, rata-rata rapor pendidikan di Kabupaten Kediri untuk kemampuan numerasi masih di bawah kompetensi. "Ini terjadi merata tingkat nasional," katanya.
Apa saja upaya disdik meningkatkan kemampuan numerasi? Salah satunya dengan pendampingan guru sekolah dasar (SD) lewat pelatihan seperti Math Master serta percepatan kurikulum merdeka belajar. "Kami sudah memulai perencanaan belajar berbasis data," ucapnya. Walau begitu, Muhsin memahami numerik yang harus dikerjakan siswa ini idealnya sudah masuk tahapan baru.
Dia mencontohkan, numerik yang aplikatif langsung berkaitan dengan lingkungan. Termasuk membiasakan siswa melakukan perbandingan untuk melatih logika. Contoh sederhananya, tikus dan gajah lebih besar mana? Pasti akan menjawab gajah. Lalu ketika ada pertanyaan lanjutan, tiga tikus dan tiga gajah lebih banyak mana? Ketika siswa lebih banyak menjawab gajah maka kemampuan numeriknya disebut di bawah kompetensi. "Cara mudah memahami nalar peserta didik," terangnya.
Kepala SDN Grogol 2 Suwantini mengatakan, untuk antisipasi kendala pada internet, sekolahnya menambahkan kapasitas internet. Dari 30 kini menjadi 100 Mbps. “Ini hanya digunakan saat ANBK, setelah ini diturunkan lagi seperti semula,” urai kepala sekolah perempuan itu.
Selain menambah kapasitas internetnya, sekolah juga sudah menyiapkan 15 unit laptop. Semuanya baru. Laptop itu bantuan pusat melalui disdik. “Datangnya menjelang ANBK,” aku Suwantini. Dua hari pelaksanaan asesmen tidak ada kendala. Termasuk juga listriknya masih aman.
Rauf Lukman hakim, siswa kelas 5 SDN Grogol 2, mengaku, bisa mengerjakan semua soal. “Hari pertama soalnya panjang-panjang tapi semuanya bisa diisi,” bebernya. Sejauh ini, disdik belum menerima laporan sekolah yang terkendala melaksanakan asesmen. Editor : Anwar Bahar Basalamah