Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Komputer Kurang, Harus Kerjakan ANBK Bergantian

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 24 Oktober 2022 | 17:54 WIB
KUNCI: Siswa menunjukkan kartu berisi user dan password untuk login ANBK. (Foto: Rekian)
KUNCI: Siswa menunjukkan kartu berisi user dan password untuk login ANBK. (Foto: Rekian)
KABUPATEN, JP Radar Kediri- Gelombang pertama asesmen nasional berbasis komputer (ANBK) tingkat sekolah dasar (SD) sederajat digelar hari ini (24/10). Total ada 93 lembaga yang mengikuti tes tahap pertama. Sebagian harus mengerjakan bergantian karena jumlah komputer di sekolah belum mencukupi.

Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin, gelombang pertama akan digelar dua hari sampai besok (25/10). Pembagian gelombang sengaja dilakukan untuk meringankan beban server dan internet. “Kami berharap pelaksanaan asesmen ini bisa berlangsung lancar tanpa adanya gangguan,” bebernya.

Terkait sekolah yang masuk gelombang satu, menurut Muhsin adalah lembaga yang lebih awal siap melaksanakan asesmen. Seperti yang diungkapkan Kepala Sekolah Dasar (SD) Balongjeruk Kecamatan Kunjang Ichsan. Menurutnya, kesiapan sekolah menentukan jadwal asesmen. Dia mencontohkan sekolahnya yang terpaksa ikut gelombang ketiga karena input datanya belakangan.

“Di Kecamatan Kunjang yang ikut asemen besok (hari ini, Red) hanya satu sekolah saja. Lainnya ada di gelombang dua, tiga dan empat,” terangnya.  Bagiamana persiapan sebelum asesmen? Ichsan yang juga pengurus Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Kediri ini menegaskan, sebelum ujian sudah dilakukan simulasi. Termasuk terkait internet juga diantisipasi dengan memasang jaringan LAN internet di sekolahnya. Karenanya, jaringan sudah tidak ada masalah.

Yang kini menjadi catatan di sekolahnya adalah fasilitas komputer. Di SDN Balongjeruk Kunjang hanya ada sepuluh komputer saja. Sedangkan siswanya ada 32 orang. Dengan batas maksimal dibatasi 30 siswa, otomatis mayoritas siswanya bisa ikut asesmen.

Bagaimana dengan jumlah komputer yang terbatas, Ichsan menyebut pihaknya terpaksa membagi peserta menjadi empat kelompok atau empat sesi. Pembagian sesi dilakukan agar siswa tidak perlu menumpang ke SD lain yang memiliki komputer. “Setiap kelompok ada delapan siswa,” beber Ichsan tidak ingin siswa mengerjakan asesmen ke sekolah lain karena terkait psikologis anak.

Untuk diketahui, di hari pertama siswa akan mengikuti asesmen tentang literasi membaca dan survei karakter. Setelah itu, hari kedua siswa baru masuk mengerjakan soal untuk asesmen numerik hingga survei lingkungan. Numerik dan literasi diberi waktu masing-masing 75 menit. Sedangkan survei karakter diberi waktu selama 30 menit. Adapun survei lingkungan dilaksanakan di hari kedua dikerjakan dalam waktu 40 menit. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#berita terkini #ANBK #seputar kediri #sekolah dasar #kediri #kabar kediri terkini #info terbaru kediri #info kediri #viral kediri #berita terbaru #berita kediri terbaru #berita kediri terkini #kediri lagi #sekolah #berita viral kediri #kabar kediri #kediri news #Asesmen Nasional Berbasis Komputer