Guru Bimbingan Konseling (BK) di SMP Terbuka SMPN 6 Kota Kediri Budi Pramono saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya tetap menyediakan tiga kelas. Masing-masing kelas berisikan 7–8 siswa. Sehingga secara total dalam dua sesi tersebut dapat mengakomodasi 45 siswa yang telah terpilih menjadi peserta ANBK.
Berdasarkan pantauannya, cara tersebut ternyata efektif pada hari terakhir kemarin. Pihaknya belum menemui kendala yang berarti ketika pelaksanaan. Jaringan internet terpantau lancar dan tidak ada pemadaman listrik.
“Untuk mengantisipasi pemadaman listrik, kami juga telah menyiagakan genset. Sehingga sewaktu-waktu ada pemadaman kami juga sudah siap,” ujarnya.
Lebih lanjut, Budi mengatakan, murid yang mengikuti ANBK merupakan siswa yang dipilih secara acak oleh Kementerian Pendidikan dan Kedudayaan (Kemendikbud). Mereka adalah murid kelas 8.
Penentuan yang menjadi peserta ANBK didasari jumlah murid keseluruhan di kelas 8 sekolah tersebut. Untuk sekolah yang memiliki jumlah murid lebih dari 50 anak maka akan dipilih 50 siswa. Rinciannya, 45 siswa sebagai peserta utama dan 5 siswa lainnya sebagai cadangan.
Sedangkan untuk sekolah yang jumlah muridnya kurang dari 50 maka seluruh muridnya mengikuti ANBK. “Seperti SMP Terbuka ini murid kelas 8 berjumlah 64 siswa, maka dipilih 45 siswa untuk peserta utama dan 5 siswa sebagai cadangan,” ungkap Budi.
Untuk diketahui, ANBK ini dilaksanakan dalam dua hari. SMP swasta dan SMP terbuka di Kota Kediri dijadwalkan pada 19 dan 20 September 2022. Sementara SMP negeri di Kota Kediri dijadwalkan mengikuti ANBK pada 21 dan 22 September 2022.
Berdasarkan data yang diterima Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Kediri, jumlah siswa SMP yang mengikuti ANBK sebanyak 1.360 anak. “Untuk SMP negeri kesepakatannya gelombang dua, yaitu 21 dan 22 September,” ujar Kasi Kurikulum dan Peserta Didik Dinas Pendidikan Kota Kediri Afando Okta Bahar. Editor : Anwar Bahar Basalamah