Kasi SMA PK-PLK Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur (Cabdispendik Jatim) Wilayah Kediri Chairul Effendi menyebut, ratusan siswa itu tersebar di Kota dan Kabupaten. Rinciannya, 79 siswa dari Kota Kediri dan 145 dari Kabupaten Kediri.
Pria asal Papar ini menuturkan, di Kota Kediri total ada 5.368 siswa yang mengajukan PIN. Adapun di Kabupaten Kediri mencapai 13.047 siswa. Tetapi, di Kota Kediri baru ada 5.287 siswa yang mendapat PIN. Sedangkan di Kabupaten ada 12.902 siswa. “Mereka (siswa yang belum mengambil PIN, Red) hanya punya waktu beberapa jam lagi untuk ambil PIN,” kata Chairul.
Dengan mepetnya waktu, Chairul mengimbau ratusan siswa untuk jemput bola datang ke sekolah atau ke kantor Cabdispendik Jatim Wilayah Kediri. Yakni, di sekitar Bundaran Sekartaji, Mojoroto, Kota Kediri.
“Buka selama jam kerja. Di kantor nanti akan dipandu,” terang lelaki berkacamata itu sembari mengingatkan jadwal pengambilan PIN ditutup nanti malam. Sehingga, waktu siswa sangat terbatas.
Apakah waktu pengambilan PIN akan diperpanjang? Chairul mengaku tidak bisa menjawab. Sebab, hal itu merupakan kewenangan Dinas Pendidikan Provinsi Jatim.
Chairul menengarai, ratusan siswa yang belum mengambil PIN itu bisa saja bukan karena kesulitan dalam prosesnya. Melainkan karena mereka sudah diterima di sekolah swasta atau melanjutkan ke luar Jatim.
Untuk diketahui, meski PPDB SMA/SMK negeri baru dimulai minggu depan, sejumlah sekolah swasta di Pare sudah mulai menutup pendaftaran untuk jurusan favorit. Misalnya di SMK YP17. Di sana ada beberapa jurusan yang sudah penuh pendaftar.
“Jurusan teknik dan bisnis sepeda motor serta multimedia sudah penuh pendaftar,” terang Ketua PPDB SMK YP17 Pare Zainul sembari menyebut jurusan yang masih dibuka adalah untuk animasi dan bisnis daring pemasaran. Editor : Anwar Bahar Basalamah