Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Awalnya Cinta, Ujung-ujungnya Trauma

Hilda Nurmala Risani • Selasa, 6 Januari 2026 | 00:00 WIB
Ilustrasi : Afrizal Syaiful M/JPRK
Ilustrasi : Afrizal Syaiful M/JPRK

KEDIRI, JP Radar Kediri - Sepakat membangun rumah tangga alias menikah, berarti harus siap juga menanggung semua konsekuensinya. Termasuk prahara yang mungkin jadi penguji kesetiaan pasangan.

Sayangnya di tahap ini, Yu Minthul langsung dinyatakan gagal. Sebab deweke wis ora bisa menahan sakit hati karena kelakuan sang bojo.

Lho nalika pacaran sampek rabi pancen hubungane awake dewe penuh cinta dan kasih sayang. Sopo wae sing nyawang pasti weruh sesayang opo bojoku neng aku,” ujar Yu Minthul, perempuan asal Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri.

Baca Juga: Gayane Family-man, Jebule Duwe Cem-ceman

Ya, sosok Sudrun di mata Yu Minthul kala itu sangat sempurna. Selain pekerja keras, dia juga lelaki yang sangat perhatian kepada istri dan anak-anaknya.

Meski memiliki banyak pekerjaan, setiap weekend dia selalu menyempatkan waktuuntuk berkumpul dengan keluarga. Sekadar bermain di rumah maupun ke luar kota.

“Kami menyadari kalau Sudrun kuwi pekerjaannya banyak. Makanya kalau setiaphari jarang pulang ke rumah tak jadi masalah. Asalkan setiap weekend berkumpul bersama keluarga,” lanjutnya.

Tak heran, selama menikah belasan tahun dengan Sudrun, Yu Minthul tak pernahmenaruh rasa curiga. Sikap manisnya sang bojo membuat Yu Minthul selalu percaya dan berpikir positif.

Baca Juga: Sing Wedok Banting Tulang, sing Lanang Ongkang-Ongkang

Hingga memasuki pernikahan ke-20 tahun, prahara rumah tangga itu mulai muncul. Hubungan yang dulunya harmonis mulai banyak percikan api. “Mulai enek sing aneh nalika anakku dua-duanya sudah kuliah. Sudrun semakin jarang di rumah. Bahkan saat sedang libur alasannya selalu enek piket,” gerutu Yu Minthul.

Ketika Yu Minthul protes, Sudrun justru marah. Yang membuat Yu Minthul semakinmarah nalika ada telepon masuk dari karyawannya pukul 23.00.

Dia semakin curiga karena telepon tersebut tidak langsung di angkat. Melainkan di reject dengan alasan tidak penting. Namun sikap Sudrun berubah. Dia terlihatgelisah.

“Malam itu aku kepikiran apa ya bojoku tega mengkhianati aku. Akhire aku cobanjaluk tulung anakku kanggo menyelidiki,” paparnya.

Baca Juga: Kepincut Warisan, Berujung Pegatan

Gara-gara menuruti permintaan Yu Minthul, anaknya mengalami kecelakaan dan kritis di rumah sakit. Malam itu pun berubah jadi malam kelam dalam hidupnya.

Selain curiga yen bojone selingkuh, Yu Minthul juga mendapat kabar bahwa anakekecelakaan. “Akhire aku fokus neng anakku disik. Tapi ndilalah nalika anakku laraenek wong wedok sing moro. Kuwi sing garai aku tambah yakin bahwa bojokuselingkuh,” omel Yu Minthul.

Singkat cerita, Yu Minthul pun mendapat laporan dari teman kerja Sudrun bahwabojone memang selingkuh dengan teman sekantornya. Saat dimintai penjelasan suaminya itu memilih bungkam. Dia pura-pura sibuk dengan laptopnya saat diajak ngobrol.

Baca Juga: Kurang Bersyukur, Rumah Tanggane Ajur

“Aku jadi trauma yen enek wong telepon bengi-bengi. Pertama karena tahu bojokuselingkuh, kedua ada kabar yen anakku kecelakaan,” tandasnya dengan mata berkaca-kaca.

Tak tahan dengan sikap suaminya, Yu Minthul langsung menggugat cerai Sudrun. Di Tengah rasa sakit yang dialaminya, dia seolah masih tak percaya jika rasa cintanya kepada Sudrun selama puluhan tahun ini berujung trauma. Peh!

Editor : rekian
#Rumah Tangga Ambyar #trauma #selingkuh