Sebagai pekerja di bagian humas sebuah hotel, Kang Sudrun mesti ae selalu dikeliling perempuan. Entah itu kolega, tamu hotel, atau partner bisnis perusahaannya.
Tapi, Mbok Ndewor tidak tahan melihat suaminya selalu berhubungan seperti itu. Padahal, Kang Sudrun berharap dukungan dari sang istri. Bukannya selalu cemburu dan mengeluh setiap hari.
Karena itulah hari-hari mereka selalu terisi dengan pertengkaran. Padahal mereka tergolong pengantin baru. Usia perkawinan mereka baru sebulan.
Mbok Ndewor pun juga selalu punya sesuatu untuk dipersoalkan. “Aku oleh pesen WhatsApp tekan wong wedok deweke mesti nesu. Padahal urusan penggawean,” keluh Kang Sudrun.
Paling merepotkan adalah ketika Mbok Ndewor ingin ikut Kang Sudrun bekerja. Tentu saja, permintaan itu tak dituruti oleh pria asal Kecamatan Kunjang ini.
“Lha wong aku kerja, masak nggawa bojo. Apa ora di-bully karo kanca-kancaku,” gerutu Kang Sudrun lagi.
Bukan Mbok Ndewor kalau menyerah begitu saja. Dia mengancam suaminya akan dilaporkan ke mertua. Membuat cerita bahwa Kang Sudrun tidak bisa mengurus istri dengan baik.
Suwe-suwe, Kang Sudrun pun sumpek. Nah, ketika di kantor bertemu dengan wanita yang bisa mengerti dirinya, dia pun langsung luluh. Yu Minthul, teman sepekerjaan itu, membuatnya jatuh hati.
Di pihak lain, Yu Minthul juga menyambut hangat. Meskipun dia tahu Kang Sudrun sudah punya istri. Akhirnya, klop sudah. Keduanya pun menikah diam-diam.
Pernikahan itu semakin mendorong rumah tangganya dengan Mbok Ndewor ke bibir kehancuran. Puncaknya, Mbok Ndewor menyelidiki dan tahu bila suaminya menikah lagi. Dia pun muntab dan mengamuk.
Bukannya takut, Kang Sudrun justru semakin emosi. Dia pun membawa masalah ini ke pengadilan agama. Mengajak bercerai.
“Aku pancen salah, nanging aku ora tahan karo bojoku. Luwih apik ya pegatan wae. Apa maneh aku ya wis duwe bojo anyar,” ketusnya.
Persidangan keduanya berjalan alot. Mbok Ndewor awalnya ora gelem pegatan. Tapi Kang Sudrun sudah kadung wegah dan ngotot berpisah. Akhirnya, palu hakim pun resmi memisahkan keduanya. Mangkane Wor…Mbok Ndewor, aja terlalu cemburuan kaya ngono. Lek wis dipegat, dadi repot kan? Editor : Anwar Bahar Basalamah