KEDIRI, JP Radar Kediri - Memiliki sikap terbuka memang baik-baik saja. Tetapi jika berlebihan bisa mengundang petaka. Terlebih curhatnya kepada teman dekat yang notabennya tidak bisa dipercaya 100 persen.
Apa maneh sing diwadulne kuwi persoalan keluarga. Yang tidak pantas untuk diumbar karena bisa menjadi aib. Juga menjadi senjata orang yang berniat jahat untuk masuk. Seperti yang terjadi neng keluarga Kang Dalbo dan istrinya, Yu Minthul ini.
“Bojoku terlalu oversharing apa wae permasalahan nek rumah tangga diceritakne nek kancane. Garai aku isin padahal ngunu kuwi cukup ngge konsumsi pribadi wae,” keluh Kang Dalbo, pria asal Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.
Baca Juga: Bojone Kemayu, Yu Minthul Pilih Mlayu
Kang Dalbo mengetahui watak Yu Minthul yang senang curhat sejak pacaran. Itu terlihat ketika ada permasalahan selalu cerita kepada temannya dibandingkan mencari solusi berdua. Alasannya, temannya bisa memberi saran dibadingkan harus menyelesaikan berdua. Tak jarang, Kang Dalbo kuwi dianggap problematik karo kanca-kancane.
Meski demikian, Kang Dalbo tetap berusaha menerima dengan kepala dingin. Dia berkeyakinan jika Yu Minthul bisa berubah ketika sudah menjadi istri. Sebab waktunya akan dihabiskan berdua dengannya di rumah.
“Aku berkeyakinan bojoku berubah pas rabi. Merga yen wis sak omah gak enek alasan deweke curhat neng wong liya. Kudu manut bojone,” imbuhnya.
Baca Juga: Bojone Kemayu, Yu Minthul Mlayu
Tiga tahun menikah, Yu Minthul mulai sedikit berubah. Setiap kali ada permasalahan dia langsung mengajak suaminya untuk berdiskusi. Termasuk persoalan parenting untuk anak-anaknya.
Ada sisi positif dan negatifnya. Positifnya Yu Minthul menjadi lebih dewasa dan tau cara menyelesaikan persoalan rumah tangga. Negatifnya, dia sering komplain persoalan sepele yang seharusnya tak perlu dibesar-besarkan.
“Aku budrek mendengarkan curhatannya yang kadang tidak penting. Beberapa kali aku cuek, eh, kembali ke habitat awalnya,” omel Kang Dalbo.
Baca Juga: Ditinggal Tugas, Yu Minthul Gragas
Ya, bukannya memperbaiki diri, Yu Minthul justru emosi. Dia pun memilih mengungsi di rumah temannya dibandingkan menyelesaikan permasalahan dengan bojonya kuwi.
Merasa tidak dihargai, Kang Dalbo pun memilih menyudahi pernikahannya. Sebab menikah itu yang utama adalah komunikasi. Jika komunikasinya rusak ya sudah tak ada yang perlu dipertahankan.
“Wes aku jatuhkan talak. Yen diterusne ora bisa merga komunikasiku wes elek karo Yu Minthul. Deweke juga lebih percaya kancane dibanding bojone,” pungkas Kang Dalbo.
Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri