Soyo suwe, sikape Kang Dalbo ora malah luwih apik. Tapi malah semakin nemen, sakarepe dewe. Bojone jadi hobi main tangan alias melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Menikah selama belasan tahun, sejatinya Yu Minthul wis apal kelakuane sang bojo. Deweke pancen dikenal emosian.
“Ya angen-angenku isa berubah. Tapi saiki wis ora bisa tenan,” gerutu Yu Minthul kepada wartawan Jawa Pos Radar Kediri.
Yu Minthul perempuan asal Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri ini sudah tidak bisa lagi memberi toleransi. Karena memang sikap Kang Dalbo semakin parah. Tepatnya setelah terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dari tempat kerjanya.
“Setahun terakhir saya nemen. Wis ora kuat tenan aku bertahan,” keluh Yu Minthul.
Kang Dalbo terlihat frustrasi parah. Pasalnya meskipun berusaha untuk mencari pekerjaan dengan melamar di beberapa tempat. Namun, tetap saja belum ada panggilan.
Akhirnya, deweke pun rela bekerja serabutan. Mulai menjadi kuli bangunan, ngojek hingga buruh tani.
Melihat Kang Dalbo keteteran, Yu Minthul pun tidak tega. Deweke berusaha mencari pendapatan tambahan. Jika biasanya hanya fokus di rumah dan merawat dua anaknya, kini Yu Minthul menjadi buruh cuci dan momong anak tetangganya.
Sayangnya, upaya Yu Minthul itu justru membuat Kang Dalbo merasa tersinggung. “Jarene aku merendahkan harga dirinya. Padahal sing tak lakoni supaya bojoku ora kabotan,” tutur Yu Minthul.
Ora seneng bojone kerja, Kang Dalbo selalu saja mencari masalah. Setiap hari selalu ada yang salah di mata bojone kuwi.
Mulai dari tidak becus mengurus rumah, merawat anak hingga tak jarang Yu Minthul dapat peringatan melalui tangan ringan Kang Dalbo.
“Ora cocok titik wes mara tangan. Seminggu kayane iso peng telu. Neng ngarep anakku biasa wisan,” omel Yu Minthul.
Melihat mental anaknya yang sudah ketakutan,Yu Minthul langsung membawa kedua anaknya pulang ke rumah orang tuanya.
Tak hanya itu, deweke juga melaporkan ke polisi karena luka lebam akibat bojone dewe. Setelah di visum ternyata parah. “Akhire laporanku dilanjutkan, deweke wes mendekam di penjara. Aku lagi ngurus surat cerai iki,” pungkasnya.
Peh, dasar nasibmu Kang Dalbo. Ibarate wis jatuh sik ketiban empyak. Sudah jatuh, masih tertimpa tangga. (la/fud)
Editor : Miko