Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kakean Polah, Rumah Tanggane Sudrun Bubrah

Hilda Nurmala Risani • Kamis, 27 November 2025 | 15:24 WIB

Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri - Keluarga Sudrun ini memang masuk kategori keluarga ruwet . Kok nggak ruwet , wong urip tinggal enake malah golek perkara . Yaiku macung dadi kepala desa sing garai keuangane dedel duel alias morat-marit.

Keluarga Sudrun manggon neng Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri. Duwe anak telu, sehari-hari Sudrun bekerja sebagai dosen. Dia juga melakukan usaha.

Neng bojo lan anake, Sudrun selalu tenang apik . Anake njaluk apa yang harus dituruti. Bahkan hingga saat ini, meski masih sulit , Sudrun tetap berusaha mengupayakan untuk memenuhi keinginan anak-anaknya.

“Perekonomian keluargaku hancur semenjak bojoku macung kepala desa ora dadi .Wes ngentekne duwit akeh ujunge kalah karo lawane ,” ungkap Yu Minthul.

Baca Juga: Wis Dipercaya tapi Tega Nglarani Kanca

Kehidupan sing awal mulane ayem tentrem berubah menjadi kisruh. Hari- hari cuma bingung gawe nyaur utangnya. Kabeh aset ya wis entek dijual ngge modal macung kepala desa. Apalagi tetangga pun kini mengenal deweke pribadi sing ruwet . Dulunya di lingkungan disegani orang-orang. Kini berubah menjadi orang yang justru dihindari.

Wis akeh sing berubah. Jaman biyen keluargaku dihormati  neng lingkungan karena bojoku kebetulan juga pendakwah. Sekarang dunia berputar bojoku ora enek harga dirine ,” gerutu Yu Minthul.

Tak berhenti di situ saja, hari-hari untuk makan pun masih kesusahan. Apa maneh lagi ngragati kuliah anake sing terakhir. Durung maneh anak pertama lan bojone sik menumpang hidup bersama mereka.

Yu Minthul pun merasa jenuh dengan kehidupannya sekarang. Keuangan yang morat-marit ini diperparah dengan usahanya yang semakin sepi. “Kalau cuma bergantung pada gaji dosen ora sepira .Wes entek kanggo nyaur utang lan ngragati anak,” tuturnya.

Baca Juga: Bojone Lumuh, Yu Minthul Pilih Menjauh

Sebenarnya, dulu Yu Minthul tidak mengizinkan Sudrun mencalonkan diri menjadi kepala desa. Sebab dia tahu yen harus mengeluarkan uang banyak supaya bisa menang.

Masalahnya, Sudrun ngeyel kalau dirinya bisa menang. Deweke percaya masyarakat banyak memilihnya karena latar belakang dan kebaikan yang dilakukan selama ini. Nyatanya itu semua hanya angan-angan. Suaranya tetap kalah. Dan deweke berakhirnya hidup menderita karena polahe dewe . “Aku wis isin nyawang bojoku nretek utang . Iki lagi mencoba mengajukan pegatan yen iso ,” tandasnya.

Untuk mendapatkan berita- berita terkini  Jawa Pos  Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#radar kediri #kabupaten kediri #kediri #kecamatan ringinrejo #peh