Trus, sing cilik iku ya sudah masuk kuliah. Seharusnya pria asal salah satu kelurahan neng Kecamatan Kota, Kota Kediri ini ngakehi ibadah. Gawe sangu mengko yen wis mati.
Tetapi realita tidak demikian. Bukannya memperbanyak waktu untuk urusan akhirat, eh, dia malah makin terpacu untuk mengejar nafsu semata. Ibarate, wong wis mambu lemah tapi masih kakean polah.
“Wes tuwek tapi hobine sek main cewek. Sampek waleh ngomongi. Kadang tobat ya kadang kumat,” gerutu Yu Minthul.
Padahal, awale, Kang Dalbo kuwi wong sing family-man. Ora pernah neka-neka. Sayang neng keluargane. Neng anak lan bojone.
Tapi, malapetaka terjadi nalika deweke sering ikut main dengan teman kantornya. Ya, siapa sangka setiap kali main ke luar kota, kancane nggawa wedokan kanggo ngancani.
“Wes salah pergaulan, eh, keterusan sampe saiki. Kroso penak tapi ora memahami perasaan bojo,” omel Yu Minthul.
Menurut Yu Minthul saat ketahuan pertama Kang Dalbo berjanji untuk tidak mengulangi. Begitupun ketika ketahuan kedua dan ketiga kalinya. Sampai Yu Minthul pun sudah mati rasa. Dia bertahan demi sang anak mendapat hidup layak dan tak kehilangan figur ayah.
Namun siapa sangka ketika anak-anaknya beranjak dewasa justru menyarankan agar berpisah dengan sang ayah. Sebab selama ini kesedihan yang dialami oleh Yu Minthul juga bisa dirasakan oleh anaknya.
“Tapi aku sik milih bertahan merga anak-anak sik kuliah. Kepenaken yen tak culne harta bendane ngge wong wedok ora nggenah,” ujar Yu Minthul.
Ya, meskipun kelakuane seneng main cewek, Kang Dalbo tetap bertanggung jawab kepada keluarganya. Deweke ora lupa dengan tanggung jawab sebagai suami dan ayah yang harus memberi nafkah.
Bahkan ketika sang anak meminta apapun juga selalu diupayakan. Begitupun ketika sang bojo minta diantar kemana-mana. Minusnya cuma ketika kumat deweke bisa tidak pulang ke rumah.
“Barulah ketika ketiga anakku sudah bekerja, aku mulai berani untuk melepaskan. Meskipun Kang Dalbo menolak dengan alasan akan berubah,” terang Yu Minthul.
Nasi sudah menjadi bubur, keputusan Yu Minthul sudah bulat. Deweke ora peduli karo Kang Dalbo maneh. “Karena sering disakiti ketika cerai wae wes ora enek rasa sedih. Begitupun anak-anakku,” pungkasnya saat ditemui di pengadilan agama Kota Kediri. (la/fud)
Editor : Miko