Sikap yang tidak hati-hati kuwi dilakukan oleh Kang Dalbo. Pemuda yang tinggal di Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri iki seneng banget nalika ngenekne Yu Minthul. Wes ayu tur kalem, sayange cuma siji yaiku hobi makan.
“Ya sebenere ora opa-opo yen hobi makan. Cuma kadang deweke nuruti makanan sing lagi viral dengan harga sing mahal,” ujar Kang Dalbo.
Karena sudah jatuh cinta, Kang Dalbo pun tak begitu peduli hobi Yu Minthul. Yang ada dipikirannya hanya bagaimana bisa mendapatkan sang pujaan hati. Berbagai cara pun dilakukan termasuk berkunjung ke rumahnya.
Yu Minthul pun luluh hatinya karena melihat keakraban Kang Dalbo dengan orang tuanya. Tak heran hanya berkenalan dua minggu mereka berdua pun langsung menjalin hubungan pacaran.
“Aku pacaran cuma lima bulan. Ora butuh waktu lama merga wes saling cocok,” ujar Kang Dalbo.
Tibalah di hari bahagia mereka berdua. Semua tamu undangan turut bersuka ria karena semua makanan yang disediakan adalah makanan yang sedang viral atau digandrungi oleh para remaja.
Usut punya usut, ternyata konsep ini memang yang diinginkan oleh Yu Minthul. Kang Dalbo pun setuju saja karena kuwi penjalukane sang bojo. Meskipun biaya yang dikeluarkan tidaklah murah.
“Gak opo-opo pisan-pisan dituruti jawaku. Mengko yen wes omah-omah kenek dituturi,” gerutu Kang Dalbo.
Satu hal yang membuat Kang Dalbo mulai tersadar. Ya, menikah kuwi ora pada karo pacaran. Ketika wis dadi bojone, semua biaya mesti wae kudu ditanggung wong lanang. Mau tidak mau Kang Dalbo kudu kerja rekasa alias kerja keras.
Alih-alih hobi makan kuwi dijadikan konten dan menghasilkan uang, Yu Minthul cuma mencoba dan membagikan kepada orang-orang sekitarnya. Padahal sekali membeli dia bisa menghabiskan uang ratusan ribu.
“Misal satu bulan sekali ora masalah. Lha iki seminggu njaluk iso 2 sampai 3 kali. Duwit gajiku iso entek lek nuruti penjalukane,” omel Kang Dalbo.
Nalika dituturi agar hobinya bisa menghasilkan uang, Yu Minthul justru marah ke Kang Dalbo. Iku merga ndisek yen pengen mangan opo wae dituruti wong tuwane tanpa harus dikongkon kerja. Benar saja Yu Minthul anak tunggal tidak mungkin orang tuanya membuat hidup anak semata wayangnya sengsara.
Ketika jujur kalo deweke keteteran kepada mertuane yang didapat bukanlah sambutan baik. “Justru, bapake Yu Minthul omong yen ora bisa menuhi gaya hidup anakku dibalekne wae ora opo-opo,” terang Kang Dalbo.
Merasa tak mendapat dukungan, Kang Dalbo pun memilih menceraikan bojone kuwi di usia pernikahan yang masih muda yaitu 2 tahun. Sebab deweke menyadari yen ora sanggup biayai hobi Yu Minthul secara trus-trusan. (la/fud)
Editor : Mahfud