JP Radar Kediri - Sebenarnya, helm kuwi bisa melindungi kepala dari benturan. Nanging, yang dialami Yu Cemplon ini berbeda. Kepalanya justru nyut-nyutan gara-gara helm. Peh, kok bisa?
Kisah ini bermula ketika wanita ini pas kerja neng salah satu konter handphone di Kabupaten Kediri. Datanglah Kang Dalbo, sing tergopoh-gopoh dengan gawa handphone jadulnya.
“Iki handphone ora bisa urip,” sebut Kang Dalbo sambil menyodorkan telepon genggame kuwi.
Setelah dilihat-lihat sedilut, Yu Cemplon pun gawa HP kuwi neng bagian servis. Yang menurut mereka, kuwi angel didandani.
“Masiya bisa didandani saiki, tetep bakal rusak maneh,” terang Yu Cemplon neng Kang Dalbo sing manthuk-manthuk.
Meskipun wis diilingno, Kang Dalbo tetap ngotot. Minta HP kuwi dibenakne.
“Gapapa, sing penting bisa urip maneh,” ucap warga Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri ini.
Beberapa minggu setelah itu, Kang Dalbo kembali ke konter. Pingin njupuk HP-ne.
Dia pun merasa gembira karena alat komunikasinya itu wis bisa berfungsi lagi.
Tapi, selang seminggu kemudian si konsumen ini balik lagi. Kali ini dengan marah-marah.
Dia langsung mendatangi Yu Cemplon dengan emosi, berteriak-teriak.
“Hape kudune didandani kok malah dirusak,” omelnya sambil menunjuk-nunjukkan HP tersebut ke muka Yu Cemplon.
Baca Juga: Mabuk, Ngamuk, Ngepruk
Tentu saja si pekerja konter bingung. Dia pun meminta Kang Dalbo sabar menunggu bagian servis yang kebetulan istirahat.
Tapi, Kang Dalbo tambah esmosi, eh, emosi. Dia pun langsung menghantamkan helm yang dia pegang ke kepala Yu Cemplon.
Namanya juga wanita, Yu Cemplon pun langsung KO mendapat serangan seperti itu.
Geblak dan terkapar di lantai. Kang Dalbo sing kian kalap kemudian memukul kaca konter dengan helm yang sama.
Pecahannya pun mengenai kepala Yu Cemplon hingga berdarah.
Untungnya, kondisi konter pas rame pembeli. Mereka pun segera memegangi tubuh Kang Dalbo ben ora tambah ngamuk.
Kemudian menolong dan membawa Yu Cemplon neng puskesmas. Sedangkan si perusuh diserahkan ke pak polisi. Ben diproses lan dilebokne penjara.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah