JP Radar Kediri- Memberi kepercayaan penuh pada anak, boleh saja dilakukan. Namun, pengawasan harus tetap dimaksimalkan. Jika tidak, derita yang dihadapi Yu Limbuk ini bisa saja menimpa para orang tua lainnya.
Gara-gara kelakuan Sudrun, perempuan yang tinggal di Kecamatan Gampengrejo ini senewen. Penyebabnya, Sudrun yang kuliah di ibu kota tiba-tiba pulang membawa pacar yang berbadan dua.
Yu Limbuk sama sekali tidak menduga jika Sudrun yang dikenal sebagai pemuda baik-baik itu bisa khilaf. “Sapa sing nyangka. Wong bocahe ya ora tahu kakean polah pas nek omah,” ungkap Yu Limbuk.
Selepas dari SMA, Sudrun yang otaknya dikenal cemerlang itu diterima di sebuah universitas negeri di Jakarta. Hal itu disambut suka cita keluarga.
Demi membuat Sudrun betah belajar, Yu Limbuk mencarikan tempat kos terbaik yang tidak jauh dari kampus.
Yu Limbuk juga menunjukkan kasih sayangnya dengan memenuhi semua kebutuhan Sudrun. Dia mendapat fasilitas mulai ponsel, laptop, bahkan juga diberi mobil. Peh! “Pokoke aku mampu ya berusaha tak penuhi kabeh,” lanjut Yu Limbuk.
Support Yu Limbuk nyatanya memang membuat Sudrun semangat kuliah. Sejak semester 1 hingga semester lima, nilainya tidak pernah jelek.
Indeks prestasi kumulatif (IPK) tidak pernah di bawah 3,8. Dia juga aktif di berbagai kegiatan kemahasiswaan di kampus.
Sikap Sudrun mulai berubah saat memasuki semester enam. Jika libur semester dia biasa pulang ke Kediri, kali ini izin tidak pulang kampung. Alasannya, dia bekerja paruh waktu dengan ikut wedding organizer. “Sakjane ya kangen tapi wis ora apa-apa ben deweke belajar kerja,” papar Yu Limbuk.
engan alasan sibuk kerja, belakangan Sudrun jadi sering bolos kuliah. Akibatnya, tugas kuliah keteteran. Puncaknya, IPK langsung turun drastis. “Wis, akhire tak larang kerja part time. Wis ora oleh,” kenangnya.
Belum sembuh kekecewaan Yu Limbuk, tiba-tiba Sudrun mengenalkan Minthul, pacarnya lewat video call. Saat itu Yu Limbuk menasihati agar Sudrun dan Minthul berpacaran sewajarnya saja.
Selang enam bulan kemudian, Sudrun mengajak Minthul pulang kampung. Kedatangan Minthul langsung membuat sekeluarga syok.
Baca Juga: Mburu Untung, Ketemune Buntung
Sebab, saat itu juga dia mengumumkan sudah berbadan dua. “Wis meteng telung wulan. Aku ora jantungan wae rasane wis apik,” sungut Yu Limbuk.
Bak dilanda tsunami, Yu Limbuk dan keluarga besar langsung kelimpungan. Di tengah rasa marah, kalut, dan kecewa, mereka tidak bisa berbuat banyak. Pilihannya hanya satu.
Segera menikahkan Sudrun dan Minthul agar hubungan mereka tidak menjadi aib bagi keluarga. Yu Limbuk pasrah masiya Sudrun sing durung wisuda malah nodong jaluk nikah muda. (ara/ut)
Untung saja setelah medengar kabar tersebut tidak membuat Sofi dan suaminya terkena serangan jantung.
Tentu saja Sofi dan suaminya langsung bertemu dengan keluarga Safanah. Tentu saja membahas terkait pernikahan. Sebab kondisi perut Safanah keburu membesar. Dan mereka akhirnya menikah.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah