Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ora Melu Ngapusi tapi Ikut Masuk Bui

Emilia Susanti • Rabu, 4 September 2024 | 20:50 WIB
Photo
Photo

JP RADAR KEDIRI-Entah sing pinter kuwi Kang Dalbo yang lihai ngapusi, atau Kang Sudrun sing bener-bener dlahom. Sing pasti, keduanya ini akhire mlebu bui alias penjara. Padahal, niate Kang Sudrun mung nagih duwit sing diutang Kang Dalbo! Peh, lha kok ngunu?

Kisah mbulet ini berawal ketika Kang Sudrun, warga Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, sudah waktunya mbayar cicilan utange neng kantor. Karena itu, dia pun nagih neng Kang Dalbo. Sebab, kancane kuwi ya duwe utang neng dewekne.

“Utang telung juta, yen dibayar arep tak gawe nyicil tanggungan neng kantor,” dalih Kang Sudrun, di depan majelis hakim sing menyidangkan dirinya.

Ketika ditagih, Kang Dalbo seakan-akan bakal melunasi hutangnya. Tapi, ana syarate, dia njaluk diantar ke Nganjuk. Ambil uang neng omahe.

Kang Sudrun pun menyanggupi. Ketika hendak mengambil kontak montore neng jero kantor, Kang Dalbo berlagak diburu waktu.

Ayo cepet, neng Nganjuk njupuk duwite,” desaknya.

Merasa tergesa-gesa, Kang Sudrun pun agak alpa. Dengan santainya dia mengambil sepeda motor milik teman sekantornya. Yang kebetulan kunci kontaknya menempel.

Ya langsung wae tak starter. Tak pikir wong tak silih neng Nganjuk sedilut,” ucapnya beralasan.

Maka, meluncurlah kedua orang ini ke Nganjuk. Berboncengan menggunakan montor teman Kang Sudrun.

Di tengah perjalanan, si pemilik montor menelepon. Meminta Kang Sudrun segera balik. Tapi, oleh Kang Dalbo dicegah. Alasane, dikejar waktu. Kang Sudrun pun manut. Melanjutkan perjalanan ke Nganjuk.

Ketika sampai di tujuan, Kang Dalbo kembali berulah. Dia menyuruh Kang Sudrun menunggu di rumah. Sementara dia meminjam montornya. Alasannya, untuk menemui seseorang yang hendak membeli sapinya.

Ternyata, Kang Dalbo justru membawa sepeda motor itu ke Surabaya. Di kota ini, dia menjual kendaraan tersebut seharga Rp 5 juta.

Lho, bagaimana nasib Kang Sudrun? Ya tentu saja apes. Dia tak mendapat sauran utang, eh malah dilaporkan ke polisi oleh si pemilik montor. Akhire, keduanya masuk bui.  

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #kisah #Cerita #jawapos #peh