JP Radar Kediri - Ora enek rumus gawe nggambarne kelakuane Kang Dalbo siji iki. Peh! Wes angel tenan pokoke. Kok iso-isone nekat ngene.
Pria asal salah satu desa di Kecamatan Wates itu sudah kehilangan akal. Matanya tertutup api asmara. Cintanya ditolak oleh keluarga pacar yang juga masih satu desa tersebut.
Sejatinya, Kang Dalbo dan Menik sudah menjalin hubungan asmara. Hanya saja, tanpa sepengetahuan keluarga si perempuan. Jalinan cinta itu dilakukan secara diam-diam. Ben ora konangan karo keluargane Menik. “Jenenge wes tresna,” omonge Kang Dalbo.
Tetapi, hubungan itu akhirnya tercium juga. Mbahe Menik tibake ngerti. Padahal, Kang Dalbo tidak pernah menjemput pujaan hati di rumah. Mereka biasa janjian di luar.
Mbahe Menik wirang. Hubungan keduanya ditentang. Keduanya tak boleh lagi menjalin asmara. Kang Dalbo sing ngerti perkara iku langsung emosi. Ora terima. Ngakune merga wes kadung tresna.
Kang Dalbo langsung gelap mata. Dia lantas Menyusun siasat busuk. Pemuda 21 tahun itu hendak menganiaya Mbahe Menik. Hingga akhirnya pada suatu malam dia beraksi.
Kang Dalbo nekat bobol omahe Menik. Sasarane wes jelas. Mbahe Menik sing turu dewe ning kamar langsung disatroni. Ora kesuean. Nenek-nenek 64 tahun itu langsung dicekik. Beruntung, Menik mengetahui kejadian tersebut.
Menik ora terima mbahe dilarani. Akhire Kang Dalbo dijeblosne ndek kantor polisi. Cinta ditolak, mbahe pacar malah dadi rusak. Peh!
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah