KEDIRI, JP Radar Kediri - Kang Dalbo geleng-geleng kepala. Berkali-kali dia ngitung tumpukan jagung neng selepan miliknya. Hasilnya, tetap saja kurang dari jumlah semestinya.
“Kudune nembelas karung. Lha iki kok mung patbelas?” pikir warga Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri ini.
Si pemilik selepan itu kemudian mencoba memutar rekaman CCTV. Memang, masiya di desa, Kang Dalbo melengkapi tempat tinggalnya kuwi dengan kamera perekam tersebut. Jaga-jaga bila terjadi sesuatu, seperti hari itu.
Nah, dari rekaman CCTV itulah terlihat memang ada yang nyolong jagung sing wis diwadahi karung kuwi. Kedadeanne pas malam hari, nalika semua wis turu. Saat sepi itulah ada pria yang datang dengan mengendarai montor bebek. Setelah berhenti dia turun dan berjalan timik-timik, mengendap-endap. Menuju tumpukan jagung sing ada di teras.
Setelah tolah-toleh ke kiri dan ke kanan, pria itu berusaha mengangkat satu karung besar berisi jagung. Terlihat sekali si pencuri ini kangelan. Ora kuat ngangkat sekarung jagung.
“Akhire karung kuwi diseret menuju montore,” cerita Kang Dalbo.
Berhasil membawa satu karung, si pencoleng ternyata kembali lagi. Berusaha mengambil satu karung jagung lagi. Sama kayak sing pertama, dia juga kesulitan mengangkat karena berat. Akhirnya, tetap diseret menuju montore sing dijagrak tengah. Setelah itu, kabur bersama barang curiannya.
Sing membuat Kang Dalbo tak habis pikir, sing dicuri kuwi kok ya barang sing ora ana regane. Wis ngunu, dia juga kesulitan membawanya.
“Lha wong rega jagung iku lho saiki murah banget. Nyolong rong karung ya oleh pira ngedole mengko,” gumam Kang Dalbo keheranan.
“Lek niat nyolong jagung, kok ya ora gawa gledekan ya,” ucapnya sambil tertawa. Woalah, dasar maling nanggung, sing dicolong kok ya mung jagung.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah