Jodho, mati, karo rejeki ancen urusane Gusti. Menungso mung iso usaha. Iki podo karo sing dirasakne Yu Minthul sak keluarga. Kisahe bener-bener mesakne. Niat nggawe pesta geden, anake Yu Minthul malah dijupuk karo Sing Kuasa disikan.
Kisah ini terjadi di salah satu desa di Kecamatan Badas. Yu Minthul sak keluarga wes nyiapne nggawe pesta pernikahan geden-gedenan. Wajar, soalnya dia akan menikahkan putri pertamanya. Wes lumrahe lek bakalan digawekne pesta sing gedhe.
Awalnya, semua berjalan dengan normal. Segala persiapan telah dilakukan. Mulai hal yang kecil hingga besar. Bahkan, rumah mereka tak pernah sepi. Karena sudah banyak orang yang lalu-lalang melakukan persiapan pesta pernikahan.
Tapi, Gusti wes duwe rencana dewe. Tepat seminggu sebelum hari pernikahan, suasana gembira berubah menjadi duka. Anake Yu Minthul moro-moro digowo nang Rumah Sakit. Kabeh uwong podho gupuh. Selama tiga hari lamanya dia harus dirawat. Hingga akhirnya kabar buruk didapatkan.
“Mantene wedok meninggal,” ujar salah satu kerabat. Sontak, rencana pernikahan itu berubah 180 derajat. Calon pengantin perempuan itu disebut mengidap penyakit asam lambung akut. “Sebelum-sebelumnya sudah mengeluhkan perutnya sakit,” cerita sang kerabat.
Beberapa kerabat mengaku pernah dicurhati. Anak Yu Minthul itu disebut kangen dengan sang Ayah. Padahal, ayahnya itu sudah meninggal dunia. Keluarga manten wedok karo lanang langsung syok. Sedih sejadi-jadinya. Banyak orang yang ikut bersedih mengetahui kabar tersebut.
“Keluarga kene ora langsung ngabari anak e (calon manten lanang, red). Wong tuane sing dikabari, ben anake diomongi alon-alon,” jare dulure Yu Minthul.
Benar saja, saat mengetahui kabar duka itu, calon pengantin pria sempat pingsan. Namun, dia berusaha untuk tetap mencoba tetap kuat. Sebelum dimakamkan, pria itu meminta agar menunggu dirinya dan keluarga.
“Anak e melu manggul keranda sampai tempat pemakaman, ora gelem diganteni,” pungkas si kerabat.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah