Kang Dalbo benar-benar kecewa. Warga Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri ini wis emoh ketemu bojone, Yu Minthul. Sudah bulat menceraikan sang istri. Masiya dirayu agar balen, sang suami wis emoh. Ibarate kayak kethek nyemplung kalen. Wis kadung ceklek, ya emoh dikongkon balen, peh!
Kenapa Kang Dalbo seperti itu? Ternyata, dia kecewa karena istrinya tega berselingkuh.
“Aku wis emoh. Diapak-apakne ya wis ora gelem,” gerutu Kang Dalbo.
Wajar bila Kang Dalbo sangat kecewa. Dia telanjur percaya dan cinta dengan sang istri. Ternyata, Yu Minthul membalas kepercayaan itu dengan tindakan tidak terpuji. Kepincut wong lanang lain.
Sebagai sopir, Kang Dalbo pancen ora bisa setiap waktu berada di rumah. Seringnya, dia malah neng luar kota. Menjalani hari-hari di jalanan. Mencari uang untuk menafkahi istri.
Nah, celah jarang di rumah itulah sing dimanfaatkan oleh Yu Minthul. Dewekne berani memasukkan wong lanang liya ke rumah. Berselingkuh ria kala sang suami justru sedang bekerja.
Ibarat nyimpen barang busuk, lama-lama bakal tercium. Ulah bejat sang istri akhirnya diketahui Kang Dalbo. Dia memergoki bojone omong-omongan mesra karo selingkuhane liwat handphone. Sontak, Kang Dalbo muring-muring. Dan langsung mengajukan cerai. Menghentikan pernikahan sing baru berjalan rong tahun kuwi.
Yu Minthul, sing arep dipegat, dadine langsung megap-megap. Gupuh campur wedi. Dia pun memohon-mohon ben disepura bojone. Lan ora sido dipegat. Namun, Kang Dalbo wis mantep. Dia tak goyah dengan rayuan sang istri. Tetap kukuh arep menceraikan.
"Wis tak petung ben ora usah mara neng persidangan. Deweke akhire gelem, ngrasa sing salah," beber Kang Dalbo saat menunggu giliran sidang di pengadilan agama.
Sing marai Kang Dalbo benar-benar mangkel, dia sudah melakukan segalanya untuk sang istri. Kabeh kebutuhane dipenuhi. Dia juga tas wae nukokne montor.
"Kabeh kebutuhane wis tak cukupi," omelnya.
Ora mung Kang Dalbo, keluarganya pun sangat kecewa dengan ulah Yu Minthul. Apa maneh, orang tua Kang Dalbo wis nyiapne pekarangan gawe membangun rumah. Namun, semuanya buyar gara-gara kethek nyemplun kalen, eh, karena nikmat sesaat. Dasar Yu Minthul ganjen, peh!
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah