Kisah Kang Dalbo yang bertindak cela ini berawal ketika dia diajak kerja sama tetangganya, Kang Sudrun. Karena punya kambing pejantan, warga Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri ini kemudian ditawari kerja sama. Diberi modal Kang Sudrun untuk beli kambing betina.
“Mengko lek wis manak dibagi,” begitu kata Kang Sudrun.
Singkat cerita, Kang Sudrun menehi Kang Dalbo duwit Rp 31 juta. Dikongkon gawe tuku wedus wedok. Niate Kang Sudrun, duwit sakmunu isa oleh patbelas wedus.
Nanging, yang didapat ternyata mung 12 ekor. Harganya Rp 24 juta. Sisanya untuk beli pakan lan ongkos riwa-riwi alias biaya operasional.
Berselang enam bulan kambing yang dipelihara beranak lima ekor. Sayangnya tiga ekor kambing mati.
Suatu saat, Kang Sudrun butuh duwit. Gawe bayar sekolah anaknya. Dia pun menyuruh Kang Dalbo menjual dua ekor kambing. Yang laku Rp 5 juta.
Merasa dapat uang banyak, Kang Dalbo kepingin juga. Dia menjual pula kambing yang jadi piaraannya itu. Yang bikin puyeng Kang Sudrun, yang dijual itu hampir semuanya. Dan, ora taren disik pada dirinya.
Belasan wedus kuwi dijual via Youtube. Payune, Rp 27 juta! Bukannya dibagi dengan pemodal, hasil penjualan itu malah digawe tuku barang kebutuhan dewe. Kang Dalbo tuku gazebo di sebelah kandang, beli kipas angin kecil warna hitam, celana Panjang warna krem.
Lha, mesti wae Kang Sudrun ngamuk. Dia pun melaporkan tindakan rekan bisnise kuwi ke polisi. Akhirnya, Kang Dalbo pun digeret lan disidang di pengadilan.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah