Peh, ya mesti wae langsung digelandangnengkantor polisi. Kelakuan sing ora oleh ditiru ini berawal ketika Kang Sudrun, sing kerja di salah satu leasing, berupaya nagih kreditane montor neng Kang Dalbo. Ketika arep neng omahe Kang Dalbo, neng Desa Purwodadi, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri,singketemu malah Yu Minthul, bojone.
Karuan saja Kang Sudrun langsung melaksanakan niatnya, nagih utang kreditan montor. Yu Minthul ternyata pegel atineditagih utang.Apa maneh nagihe neng ngarepe wong akeh. Saat itu Yu Minthulpancen pas nengtoko emas. Karena itu dia merasa malu ora ketulungan.
Setelah berdebat tak ada habisnya, Yu Minthul mulih. Di rumah dia mengadukan sikap Kang Sudrun yangnagih utangdi tempat umum. Mendapat laporan itu Kang Dalbo langsung esmosi, eh, emosi.
“Banjur dewekne nelpon sing nagih. Dikongkon teka neng omahe sesuke,” terang Kapolsek Kras AKP l Nyoman Sugita, nyritaknekronologi kasus ini.
Singkat kata, Kang Sudrun pun datang ke rumah Kang Dalbo. Tapi, bukannya uang yang didapat, tuan rumah justru langsung mendamprat. Tak cukup sampai di situ, Kang Dalbo memukul si penagih dengan linggis. Kemudian berusaha mencekiknya.
Mesti wae Kang Sudrun keweden ora karuan. Dia berusaha melarikan diri. Melihat lawannyamlayu sipat-kuping, Kang Dalbo kian emosi. Memukulkan linggis ke bahunya hingga berdarah. Tetanggakiwa-tengenyang mendengar kegaduhan ini segera mendatangi. Melihat adauwongyang terluka, mereka segera menolong. Membawanya ke rumah sakit. Banjur, kejadian itu mereka laporkan ke kantor polisi.
“Tatune nemen. Mergane linggis sing digawe ngante m gede tur dawa,” jelas Kapolsek Sugita.
Nah, ketika Kang Sudrun dirawat di rumah sakit, Kang Dalbo kudu mempertanggungjawabkan perbuatannya.Ditangkep pak polisi. Dijerat pasal tentang penganiayaan. Ancamanhukumane ora baen-baen, limang tahun penjara, peh!
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah