Wanita asal Kecamatan Pesantren, Kota Kediri ini sudah lama tahu tabiat jelek suaminya kuwi. Kang Dalbo menjalin hubungan dengan wanita lain. Nanging, dia sengaja nutup kuping. Pura-pura ora ngerti. Paribasane, kura-kura dalam perahu, pura-pura ora tahu.
Lho, lha nyapo yu? “Wis bosen aku ndeleng tingkahe bojoku. Apa maneh aku pingin keluargaku utuh. Anak-anakku isih cilik,” akunya.
Yu Minthul bebojoan ambek Kang Dalbo wis 15 taun. Artinya, pada tahun kelima dia mulai ngerteni kebiasaan main perempuan si Kang Dalbo.
Saat itu kecurigaannya itu sering dia abaikan. Hingga setelah dia mendapat kiriman pideo saat Kang Dalbo gandengan dengan wanita lain. Tapi, saking apike Yu Minthul, hal itu tak pernah dia tanyakan ke sang suami. Yu Minthul pancet bersikap biasa. Tetep melayani suami dengan sepenuh hati.
“Yen neng omah ya biasa wae. Mulih kerja tetep tak sambut,” ucap Yu Minthul.
Nah, dasar wateke Kang Dalbo buaya darat, dia merasa tingkah polahe ora konangan. Tanpa rasa bersalah dia terus melakukan perbuatan tercela itu. Menjalin hubungan dengan wanita selingkuhan.
Hingga akhirnya, secara tiba-tiba Yu Minthul menggugat cerai suaminya itu. Bak petir di siang bolong, Kang Dalbo pun kaget ora karuan. Dengan sikap sok benar, Kang Dalbo pun menolak mentah-mentah keinginan sang istri.
Yu Minthul yang sudah muak dengan tingkah suaminya langsung memberikan pukulan maut. Dia tunjukkan foto dan video ketika sang suami berselingkuh dengan wanita lain. Bukti yang membuat dia melongo tanpa bisa berkata-kata.
“Langsung tak duduhne kabeh. Kang Dalbo isone muk melongo,” terang Yu Minthul, dengan emosi tertahan ketika nunggui sidang kasusnya di Pengadilan Agama Kota Kediri.
Maka, tamatlah Riwayat cinta sejoli iki. Lima belas tahun berumah tangga jadi sia-sia. Karena akhirnya keduanya memutuskan bercerai. Meskipun selama ini ora tau dilarani oleh Kang Dalbo secara fisik, nanging sakit hati ternyata lebih menyayat.
“Sakjane ya sayang, nanging yen tak terusno sakitnya tuh sampai di sini,” pungkas Yu Minthul.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah