Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Bahaya Sering Diremehkan, Ini Dampak Suka Mengerem Mendadak pada Motor

Mohammad Basid Alharis • Selasa, 23 September 2025 | 01:49 WIB
Rem sepeda motor.
Rem sepeda motor.

 

JP Radar Kediri – Mengerem merupakan bagian penting dalam berkendara motor. Namun, kebiasaan mengerem mendadak baik karena panik, kurang antisipasi, atau kebiasaan dapat membawa risiko besar, baik bagi pengendara itu sendiri maupun pengguna jalan lain.

Sayangnya, banyak pengendara yang belum menyadari bahaya dan dampak jangka panjang dari pengereman mendadak ini.

Pembahasan secara ringkas dampak negatif dari sering mengerem mendadak pada motor, baik dari sisi keselamatan maupun kondisi motor itu sendiri.

Ini dampak mengerem mendadak bagi keselamatan. Pertama adalah risiko tergelincir dan terjatuh.

Ketika rem ditarik secara mendadak, terutama di kecepatan tinggi atau jalanan licin ban bisa kehilangan traksi (daya cengkeram). Roda terkunci dan motor bisa tergelincir.

Pengendara berisiko terjatuh, terutama jika hanya menggunakan rem depan secara tiba-tiba.

Faktanya banyak kecelakaan tunggal terjadi karena pengendara panik dan langsung menarik tuas rem depan penuh tanpa memperhatikan kondisi jalan.

Kedua, menabrak atau ditabrak. Mengerem mendadak tanpa peringatan dapat membuat pengendara di belakang tidak sempat menghindar sehingga terjadi tabrakan beruntun. Potensi kecelakaan meningkat, terutama di jalan ramai atau saat berboncengan.

Ketiga, mengganggu konsentrasi. Pengereman mendadak yang sering dilakukan menunjukkan kurangnya kontrol dan prediksi saat berkendara, yang bisa membahayakan keselamatan diri dan orang lain.

Jelas dampak mengerem mendadak terhadap motor antara lain pertama kerusakan pada rem. Rem yang sering dipakai secara mendadak dan keras akan lebih cepat aus pada kampas rem.

Panas berlebih yang merusak cakram atau tromol. Dan Overheat pada sistem pengereman dimana rem menjadi tidak responsif (fading).

Kedua, ban cepat botak. Ban akan lebih cepat aus (botak) jika sering tergesek keras saat pengereman mendadak, terutama bagian ban yang langsung menghentak aspal. Dan bisa menimbulkan retak halus (cracking) dan mengurangi daya cengkeram.

Ketiga, suspensi rusak. Mengerem keras menyebabkan beban motor berat ke bagian depan shockbreaker depan bisa rusak lebih cepat. Dan menyebabkan ketidakseimbangan saat berkendara.

Keempat, komponen rangka dan roda terganggu. Pengereman yang mendadak dan berulang bisa membebani velg dan jari-jari roda (terutama motor bebek atau trail). Dan mengganggu keseimbangan rangka motor dalam jangka panjang.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#rem #motor #mengerem #berkendara aman