JP Radar Kediri – Air radiator merupakan komponen penting dalam sistem pendingin mesin motor, terutama untuk motor berbahan bakar bensin yang menggunakan sistem pendingin cair.
Jika air radiator habis atau berkurang, mesin bisa mengalami overheating dan kerusakan serius. Berikut adalah tanda-tanda air radiator motor habis serta dampak buruknya jika tidak segera ditangani.
Pertama, lampu indikator overheat menyala. Sebagian besar motor modern dilengkapi dengan sensor suhu.
Jika lampu indikator overheat di dashboard menyala, ini pertanda bahwa suhu mesin terlalu tinggi, salah satu penyebabnya adalah kekurangan air radiator.
Kedua, mesin cepat panas (Overheating). Mesin yang cepat panas dan mengeluarkan asap dari bagian radiator atau mesin menandakan bahwa sistem pendingin tidak bekerja optimal karena volume air radiator kurang atau habis.
Ketiga, suara mesin kasar dan tidak stabil. Ketika mesin kekurangan pendinginan, komponen dalam mesin akan memuai dan bergesekan lebih keras. Akibatnya, suara mesin menjadi kasar dan performanya tidak stabil.
Keempat, ada bau terbakar atau uap air dari radiator. Jika tercium bau seperti oli atau logam terbakar, atau melihat uap air keluar dari sekitar radiator, ini bisa menjadi tanda bahwa air radiator sudah sangat rendah sehingga mesin mengalami overheat.
Kelima, cairan radiator di bawah level minimum. Cek secara berkala tabung reservoir radiator (jika ada) atau buka tutup radiator saat mesin dingin.
Jika level air di bawah garis minimum, segera tambah dengan cairan radiator yang sesuai.
Kalau sudah mengenali tanda-tadanya, maka ini dampak buruk jika air radiator habis.
Pertama, mesin overheat dan performa turun. Tanpa cairan pendingin, mesin akan cepat panas dan menyebabkan pembakaran tidak sempurna. Akibatnya, tenaga motor berkurang dan konsumsi bahan bakar boros.
Kedua, kerusakan pada head gasket. Overheating dapat menyebabkan head gasket (paking kepala silinder) jebol karena tekanan panas berlebihan.
Jika ini terjadi, oli mesin bisa bercampur dengan air radiator, atau sebaliknya, yang ditandai dengan oli berwarna kecokelatan seperti susu.
Ketiga, blok mesin melengkung (Engine Block Warping). Suhu ekstrem dapat membuat blok mesin melengkung atau retak.
Kerusakan ini sangat parah dan biasanya membutuhkan perbaikan mahal, bahkan harus mengganti blok mesin.
Keempat, piston macet atau aus cepat. Komponen piston dan ring piston bisa macet atau aus lebih cepat karena gesekan tinggi saat mesin overheat. Jika dibiarkan, bisa menyebabkan mesin ngempos atau kehilangan kompresi.
Kelima, radiator dan selang rusak. Kurangnya cairan pendingin membuat radiator dan selang-saluran kecil di dalamnya lebih rentan tersumbat atau bocor karena tekanan panas yang berlebihan.
Ini cara mencegah kerusakan akibat air radiator habis. Rutin cek level air radiator. Gunakan cairan radiator khusus. Periksa kebocoran jika air radiator cepat habis, mungkin ada kebocoran di selang, radiator, atau water pump. Dan jangan memaksa motor saat overheat.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah