Tertekan Tarif dan Persaingan Ketat, BMW Pangkas Ribuan Karyawan di Tengah Anjloknya Laba

Zebita Rizqi Priyangga • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 20:42 WIB
Iluistrasi deretan mobil BMW. (Carscoops)
Iluistrasi deretan mobil BMW. (Carscoops)

 JP Radar Kediri – Produsen mobil premium asal Jerman, BMW, mengumumkan laba operasional globalnya merosot hampir 40 persen pada paro pertama (H1) 2026. Pengumuman ini disampaikan sehari setelah perusahaan mengungkap rencana pemangkasan 8.000 tenaga kerja di seluruh dunia sebagai bagian dari langkah efisiensi biaya di tengah tekanan tarif, regulasi yang kian ketat, serta persaingan industri otomotif global yang semakin sengit.

Baca Juga: Laba Bersih Pupuk Indonesia Semester I 2026 Melesat 253 Persen Jadi Rp8,51 Triliun

Laba dan Pengiriman Kendaraan Sama-Sama Menurun

Sepanjang enam bulan pertama 2026, laba operasional BMW tercatat turun 37,4 persen secara tahunan menjadi 3,64 miliar Euro (sekitar Rp75 triliun dengan kurs 1 Euro = Rp20.616). Laba bersih perusahaan juga menyusut 28,5 persen menjadi 2,87 miliar Euro, sementara jumlah pengiriman kendaraan turun 4,2 persen menjadi 1,16 juta unit. Manajemen BMW pun memproyeksikan total pengiriman kendaraan sepanjang tahun ini akan sedikit lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

Tarif dan Konflik Geopolitik Jadi Faktor Utama

CEO BMW, Milan Nedeljkovic, menyebut kenaikan tarif, hambatan perdagangan, regulasi yang semakin ketat di Eropa, serta konflik yang berkepanjangan di Timur Tengah menjadi sejumlah tantangan berat yang dihadapi perusahaan sepanjang tahun terakhir. Ia menyebutkan tarif saja telah memangkas margin laba operasional otomotif grup sebesar 1,25 poin persentase pada kuartal kedua, sehingga margin tersebut turun menjadi 2,3 persen dari sebelumnya 5,4 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: PT Gudang Garam Tbk Bagikan Deviden Rp 1,54 Triliun! Laba Naik Tipis Hal Ini Jadi Faktornya

Restrukturisasi Tenaga Kerja Disepakati dengan Perwakilan Pekerja

Nedeljkovic menjelaskan bahwa BMW tengah mempercepat langkah efisiensi dengan merampingkan struktur organisasi demi menjaga daya saing jangka panjang perusahaan. Ia menambahkan, kesepakatan restrukturisasi tenaga kerja telah dicapai bersama perwakilan pekerja, termasuk pengurangan jumlah karyawan pada posisi nonproduksi di Jerman.

Pemangkasan Dilakukan Bertahap hingga Akhir 2027

Pemangkasan sekitar 8.000 pekerjaan ini rencananya akan dilakukan secara bertahap mulai Oktober tahun ini hingga akhir 2027, dengan lebih dari separuh pengurangan diperkirakan terjadi di Jerman. Sebagai gambaran, hingga akhir 2025 BMW tercatat mempekerjakan sekitar 154.500 orang secara global, termasuk lebih dari 80.000 orang di Jerman.

Baca Juga: Tembus Pasar Nasional, BRI Antar Klaster Ikan Kering Sorong Naik Kelas Lewat 'Klasterku Hidupku'

Penulis : Zebita Rizqi Priyangga

Univ : Universitas Negeri Yogyakarta

Editor : Shinta Nurma Ababil
otomotif pasar global bmw laba karyawan