Waspada Abu Vulkanik, Kenali 4 Ancaman Serius bagi Kesehatan Mesin Mobil

Shinta Nurma Ababil • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 19:37 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

JP Radar Kediri – Empat gunung api aktif di Indonesia dilaporkan mengalami erupsi secara bersamaan pada Minggu (6/9), yakni Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur, dan Gunung Ibu di Maluku Utara.

Kondisi ini perlu diwaspadai pemilik kendaraan, terutama yang berada di wilayah terdampak sebaran abu vulkanik.

Baca Juga: Jangan Asal Dilap, Ini Cara Aman Bersihkan Mobil dan Motor dari Abu Vulkanik Anak Krakatau

Abu vulkanik sebaiknya tidak dianggap sebagai debu jalanan biasa. Material ini mengandung partikel kaca vulkanik, batuan, dan kristal berukuran sangat halus namun bersifat keras dan abrasif, sehingga berpotensi mengikis komponen kendaraan layaknya amplas halus jika sampai masuk ke area mesin.

Berikut sejumlah risiko yang perlu diwaspadai pemilik mobil saat terpapar abu vulkanik.

1. Menyumbat Filter Udara Mesin

Komponen pertama yang paling rentan terdampak adalah filter udara. Fungsinya menyaring kotoran agar udara yang masuk ke ruang pembakaran tetap bersih.

Saat kendaraan dipakai di tengah paparan abu vulkanik, partikel halus dapat menumpuk dengan cepat di permukaan filter sehingga aliran udara ke mesin menjadi terhambat dan pasokan udara pun tidak lagi optimal.

2. Mempercepat Keausan Komponen Dalam Mesin

Jika partikel abu berhasil lolos dari penyaringan dan masuk ke ruang pembakaran, sifatnya yang keras dan tajam dapat mempercepat gesekan pada dinding silinder, piston, hingga klep.

Dalam jangka panjang, kondisi ini berisiko menimbulkan keausan dini pada komponen dalam mesin yang seharusnya memiliki usia pakai lebih panjang.

Baca Juga: Apa Pentingnya Spooring dan Balancing Ban Mobil? Ini Penjelasan Pengamat Otomotif

3. Merusak Sistem Pendingin dan Radiator

Debu vulkanik yang menumpuk pada kisi-kisi radiator dapat menghambat sirkulasi udara pendingin, sehingga kinerja sistem pendinginan mesin menurun.

Jika dibiarkan, mesin berisiko mengalami overheat karena panas yang dihasilkan tidak dapat dibuang secara maksimal.

4. Menggores Bodi dan Kaca Kendaraan

Selain berdampak pada mesin, abu vulkanik yang menempel di permukaan bodi dan kaca mobil juga berisiko meninggalkan baret halus apabila langsung dibersihkan dengan cara diusap atau disapu tanpa disiram air terlebih dahulu.

Sifat partikelnya yang tajam membuat proses pembersihan perlu dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak cat maupun permukaan kaca.

Perlu Perhatian Ekstra Selama Sebaran Abu Berlangsung

Menghadapi kondisi ini, pemilik kendaraan di wilayah terdampak disarankan lebih rutin memeriksa kondisi filter udara, radiator, serta bodi kendaraan selama masa sebaran abu vulkanik masih berlangsung, guna mencegah kerusakan komponen yang lebih serius di kemudian hari.

Baca Juga: Pabrik Mobil Listrik BYD di Subang Diresmikan, Nilai Investasi Tembus Rp11,6 Triliun

Penulis : Zebita Rizqi Priyangga

Univ : Universitas Negeri Yogyakarta

Editor : Shinta Nurma Ababil
Merawat Mesin Mobil gunung meletus Kesehatan Mesin Mobil abu vulkanik erupsi