Kehadiran Yamaha Electric Continuously Variable Transmission (YECVT) pada NMAX Turbo menandai sebuah revolusi di kelas matik bongsor. Teknologi ini meninggalkan pergerakan roller sentrifugal konvensional dan menggantinya dengan sistem motor elektronik. Hasilnya, NMAX Turbo mampu menawarkan fitur Riding Mode yang memberi keleluasaan bagi pengendara.
Baca Juga: Honda PCX vs Yamaha NMAX, Mana yang Lebih Unggul? Ini Perbandingannya
Terdapat opsi T-Mode untuk kebutuhan akselerasi yang lebih agresif saat menyalip, serta S-Mode yang mengatur putaran mesin untuk melaju santai. Tidak berhenti di situ, sistem YECVT juga dibekali fitur Y-Shift yang mampu memberikan sensasi deselerasi layaknya engine brake serta dorongan akselerasi instan. Fitur canggih ini belum tersedia pada jajaran skutik di kelasnya, termasuk PCX 160.
Di kubu seberang, Honda PCX 160 tetap percaya diri mempertahankan transmisi V-Matic konvensional. Meski secara sistem belum menggunakan intervensi elektronik seperti YECVT, transmisi V-Matic justru menjadi kekuatan utama yang sulit ditandingi dalam hal kenyamanan.
Sistem mekanis pada PCX 160 ini sangat diunggulkan berkat karakter penyaluran tenaganya yang terbukti sangat halus dan minim getaran sejak putaran bawah. Selain itu, keandalan V-Matic yang sepenuhnya mekanis telah teruji durabilitasnya untuk melibas berbagai kondisi jalan, memberikan rasa aman bagi pengguna dari potensi kerumitan perawatan komponen kelistrikan dalam jangka panjang.
Perdebatan di kalangan pencinta otomotif kini mengerucut pada dua pilihan ekstrem. Konsumen dihadapkan pada pilihan antara sensasi berkendara agresif sarat fitur elektronik khas YECVT, atau kehalusan dan keandalan transmisi konvensional V-Matic yang sudah teruji waktu. Komparasi kedua komponen mekanis ini menjadi topik yang terus ramai diperbincangkan, dan akan sangat menarik jika cara kerja sistem pendorong mesin keduanya divisualisasikan untuk mengedukasi konsumen secara lebih mendalam. (ik4)
Editor : Shinta Nurma Ababil