NMAX Gen 3 vs PCX 160 Mana yang Paling "Manja" Soal Urusan Bensin?

Syaikhu Aliya Rahman • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 19:14 WIB
NMAX Gen 3 vs PCX 160
NMAX Gen 3 vs PCX 160

JP Radar Kediri – Persaingan kelas skutik maksi 150cc ke atas selalu menjadi topik yang memantik argumen di kalangan pecinta otomotif roda dua. Dua raksasa, Yamaha NMAX Gen 3 dan Honda PCX 160, terus bersaing memperebutkan takhta. Di balik adu gengsi desain dan kelengkapan fitur, muncul satu pertanyaan krusial yang kerap memicu perdebatan sengit antar fanboy: dari kedua motor ini, mana yang mesinnya paling "manja" dalam urusan memilih bahan bakar?

Mari kita bedah faktanya dengan melihat langsung pada spesifikasi teknis dapur pacu keduanya. Kunci dari perdebatan konsumsi bensin ini sejatinya terletak pada angka rasio kompresi mesin.

Dilihat dari perbandingan rasio kompresi Honda PCX 160 mengusung mesin eSP+ berkapasitas murni 157cc dengan 4-katup. Honda merancang mesin ini dengan rasio kompresi yang terbilang sangat padat untuk ukuran skutik harian, yakni menyentuh angka 12:1.

Sedangkan Yamaha NMAX Gen 3 mengandalkan mesin Blue Core 155cc yang dipadukan dengan teknologi Variable Valve Actuation (VVA). Rasio kompresi NMAX sedikit berada di bawah rivalnya, yakni di angka 11,6:1.

Baca Juga: Benarkah NMAX Gen 3 Boros? Berikut Faktanya

Secara teknis, mesin dengan rasio kompresi di atas 11:1 sudah mutlak memasuki teritori yang diwajibkan menenggak Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan oktan minimal 92, seperti Pertamax.

Namun, jika diadu siapa yang secara matematis lebih "manja" dan tidak bisa toleransi terhadap bensin oktan rendah, Honda PCX 160 dengan kompresi 12:1 adalah jawabannya. Tekanan ruang bakar yang ekstrem pada PCX menuntut bahan bakar yang memiliki daya tahan tinggi terhadap tekanan sebelum akhirnya diledakkan oleh percikan busi. Jika dipaksa meminum BBM bersubsidi (RON 90), risiko detonasi dini atau engine knocking (ngelitik) pada PCX 160 akan lebih cepat terasa.

Di sisi lain, Yamaha NMAX Gen 3 bukan berarti bisa sembarangan. Meski kompresinya "hanya" 11,6:1, teknologi VVA yang menjadi senjata utama tarikan motor ini sangat bergantung pada kesempurnaan pembakaran. Tanpa oktan 92, akselerasi di putaran atas saat VVA aktif akan terasa tertahan.

Pemilihan BBM beroktan 92 bukan sekadar untuk mengejar tarikan enteng, melainkan sangat vital untuk manajemen suhu mesin. Kondisi ini sangat terasa ketika motor diajak merayap di tengah kemacetan stop-and-go pusat kota atau saat digunakan touring melibas tanjakan ekstrem di area pegunungan.

Baca Juga: Honda PCX vs Yamaha NMAX, Mana yang Lebih Unggul? Ini Perbandingannya

Saat mesin bekerja di bawah beban berat, suhu ruang bakar akan melonjak tajam. BBM beroktan rendah cenderung akan meledak sebelum waktunya akibat suhu yang kelewat panas, menciptakan efek overheat seketika. Imbasnya, tenaga motor tiba-tiba akan terasa ngempos atau loyo di tengah tanjakan.

Sebaliknya, penggunaan BBM setara Pertamax memastikan pembakaran terjadi secara presisi dan bersih. Hal ini mampu menjaga suhu internal mesin tetap stabil, sehingga konsistensi tenaga baik pada PCX 160 maupun NMAX Gen 3 tidak akan menyusut drastis meski digeber berjam-jam tanpa henti.

Kesimpulannya, perdebatan antar fanboy seharusnya tidak lagi berkutat pada mana yang bisa menenggak bensin murah. Keduanya terlahir sebagai skutik premium bermesin mutakhir yang menuntut "makanan" bergizi. Memilih asupan oktan 92 adalah investasi wajib agar tunggangan kesayangan Anda tidak mudah rewel saat diajak bermanuver di segala medan. (ik4)

Editor : Shinta Nurma Ababil
nmax gen 3 NMAX Gen 3 vs PCX 160 motor nmax PCX 160 Nmax