JP Radar Kediri - Presiden Prabowo Subianto meresmikan motor listrik nasional bernama Cakra NX1 pada Kamis, 13 Agustus 2026, bertempat di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA) di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Peresmian ini menjadi titik awal Ekosistem Motor Listrik Nasional (MoLiNas), sebuah program yang dirancang pemerintah untuk memperkuat kemandirian industri kendaraan listrik dalam negeri.
Keunggulan Motor Listrik Nasional "Cakra NX1"
Desain yang Tak Asing
Secara tampilan, Cakra NX1 tampak sangat mirip dengan ALVA N3 yang sudah lebih dulu beredar di pasaran—mulai dari bentuk bodi, pijakan kaki yang rata, hingga kompartemen penyimpanan yang cukup lega. Kemiripan ini memunculkan dugaan di kalangan media otomotif bahwa Cakra NX1 kemungkinan merupakan versi rebadge dari model tersebut, meski hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak ALVA maupun pemerintah yang mengonfirmasi hal ini.
Baca Juga: Semarak Merdeka Ala Yamaha: Rayakan HUT RI Bareng Pengguna MAXi, Classy, & GEAR ULTIMA
Spek Andalan untuk Pemakaian Sehari-hari
Dari sisi performa, Cakra NX1 mengandalkan motor penggerak tipe Hub Drive dengan tenaga maksimal 4,5 kW dan torsi puncak 125 Nm, sanggup melaju hingga kecepatan 80 km per jam. Untuk urusan daya tahan, motor ini dibekali baterai Next Gen berkapasitas 3,3 kWh yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 140 kilometer dalam sekali pengisian.
Fitur Boost Charge turut disematkan sebagai nilai tambah, diklaim dapat mengisi ulang baterai dari 10 ke 50 persen hanya dalam waktu kurang dari 25 menit—cukup relevan untuk kebutuhan isi daya cepat di sela mobilitas harian.
Lebih dari Sekadar Satu Motor
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa MoLiNas dibangun sebagai ekosistem yang menyeluruh, bukan semata peluncuran satu merek atau satu model kendaraan. Cakupannya mulai dari industri dan manufaktur, produksi komponen dan baterai, infrastruktur pengisian daya serta penggantian baterai (battery swapping), skema pembiayaan, jalur distribusi, hingga layanan purnajual.
PT Len Industri ditunjuk sebagai lead integrator dalam proyek ini, yang digarap melalui kolaborasi antara pemerintah, Badan Usaha Milik Negara, dan sejumlah perusahaan nasional. Dalam acara peresmian, Presiden Prabowo turut menandatangani plakat penanda produksi 20.000 unit pertama Cakra NX1.
Baca Juga: Puncak Perjalanan MAXI TOUR BOEMI NUSANTARA, Rayakan Kemerdekaan di Tana Para Raja
Skema Cicilan yang Dijanjikan Lebih Ringan
Pemerintah menyatakan tengah menyiapkan skema penurunan suku bunga cicilan untuk kendaraan listrik, termasuk kemungkinan pembelian tanpa uang muka (DP). Opsi tukar tambah dari sepeda motor berbahan bakar bensin ke motor listrik nasional juga disebut sedang dipertimbangkan. Sebagai pendukung, pemerintah menyertakan insentif PPN sebesar 1 persen bagi kendaraan listrik dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 40 persen, dengan target TKDN dinaikkan menjadi 60 persen ke depannya.
Harga Resmi Masih Ditunggu
Sampai saat ini, baik pemerintah maupun ALVA belum mengumumkan harga jual resmi Cakra NX1. Sebagai gambaran, ALVA N3 di pasaran dibanderol Rp31,5 juta untuk pembelian unit utuh, atau Rp16,5 juta apabila menggunakan skema berlangganan baterai seharga Rp125 ribu per bulan. Sejumlah pengamat otomotif menilai harga ideal untuk motor listrik berlabel "nasional" seharusnya tidak melebihi Rp20 juta, agar benar-benar terjangkau bagi masyarakat luas.
Penulis : Satria Sinak
Universitas Nusantara PGRI Kediri