JP Radar Kediri – Banyak pengendara hanya mengganti ban ketika alurnya sudah habis. Padahal, ban yang mulai retak atau getas juga perlu segera mendapat perhatian karena dapat mengurangi keselamatan saat berkendara.
Retakan halus umumnya muncul di dinding samping (sidewall) atau permukaan ban akibat usia pemakaian, paparan sinar matahari, tekanan angin yang tidak sesuai, hingga motor yang terlalu lama tidak digunakan. Seiring waktu, karet ban kehilangan elastisitas sehingga menjadi keras dan mudah pecah.
Kondisi tersebut membuat daya cengkeram ban terhadap permukaan jalan menurun, terutama saat melintasi jalan basah. Selain itu, struktur ban menjadi lebih lemah sehingga meningkatkan risiko ban pecah ketika kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi atau membawa beban berat.
Pengendara sebaiknya tidak hanya memeriksa ketebalan alur ban, tetapi juga memperhatikan adanya retakan pada dinding maupun permukaan ban. Jika retakan sudah cukup banyak, dalam, atau bahkan terlihat serat kawat ban, penggantian ban menjadi pilihan paling aman.
Untuk mencegah ban cepat getas, pemilik kendaraan disarankan rutin mengecek tekanan angin sesuai rekomendasi pabrikan, menghindari parkir terlalu lama di bawah terik matahari, serta menggunakan motor secara berkala agar kondisi karet tetap elastis. Perawatan sederhana tersebut dapat memperpanjang usia ban sekaligus menjaga keamanan selama berkendara. (c2)
Editor : Mahfud