JP Radar Kediri— Karena bekerja terus-menerus, piston atau seher (biasa disebut seker) membutuhkan pelumasan dan pendinginan yang baik.
Tanpa perawatan rutin, komponen tersebut bisa mengalami baret, macet, bahkan jebol.
Akibatnya, tenaga motor menurun, tarikan terasa berat, konsumsi oli meningkat, muncul asap putih dari knalpot, hingga mesin harus turun mesin yang biayanya bisa mencapai jutaan rupiah.
Piston menjadi salah satu komponen yang paling berat bekerja di dalam mesin sepeda motor. Bentuknya menyerupai tabung logam yang bergerak naik turun di dalam silinder setiap mesin menyala.
Gerakan tersebut mengubah ledakan hasil pembakaran menjadi tenaga untuk memutar roda, sehingga hampir seluruh performa mesin bergantung pada kondisi komponen ini.
Baca Juga: Jangan Anggap Sepele! Roller CVT Peyang Bisa Bikin Motor Matic Kamu Rusak Total
Agar seher tetap awet, pemilik kendaraan dapat melakukan beberapa langkah perawatan berikut:
1. Jangan memaksa motor bekerja terlalu berat
Motor memang dirancang untuk digunakan sehari-hari, termasuk perjalanan jauh.
Namun, penggunaan secara terus-menerus dengan putaran mesin tinggi, membawa muatan berlebih, atau dipakai bekerja tanpa jeda akan membuat suhu mesin meningkat.
Jika dilakukan berulang tanpa perawatan yang baik, keausan seher akan lebih cepat terjadi.
2. Rutin mengganti oli mesin
Oli merupakan pelindung utama seher karena berfungsi mengurangi gesekan dengan dinding silinder. Pastikan volume oli selalu cukup dan lakukan penggantian sesuai jadwal.
Oli yang telat diganti membuat pelumasan berkurang sehingga risiko seher baret semakin besar.
3. Hindari mesin overheat
Jangan memaksakan motor tetap berjalan ketika indikator suhu menunjukkan panas berlebih atau mesin mulai kehilangan tenaga.
Periksa sistem pendingin, kualitas oli, serta beri waktu mesin beristirahat apabila digunakan dalam perjalanan panjang.
Baca Juga: Jangan Tunggu Rusak! Ini Alasan Servis Motor Berkala Harus Dilakukan Sesuai Jadwal
4. Gunakan bahan bakar sesuai spesifikasi
Pemakaian bensin dengan angka oktan yang tidak sesuai dapat memicu pembakaran tidak normal (knocking).
Kondisi ini meningkatkan tekanan dan suhu di ruang bakar sehingga mempercepat kerusakan pada bagian atas piston.
5. Jaga kebersihan filter udara
Filter udara yang bersih mencegah debu masuk ke ruang bakar. Debu yang lolos akan mengikis permukaan seher dan silinder sedikit demi sedikit hingga mempercepat keausan mesin.
6. Lakukan servis berkala
Pemeriksaan rutin membantu mendeteksi masalah sebelum menjadi kerusakan besar. Apabila mulai muncul gejala seperti tenaga motor berkurang, suara mesin kasar, konsumsi oli meningkat, atau asap putih keluar dari knalpot, segera lakukan pengecekan di bengkel.
Dengan perawatan yang tepat, usia pakai seher bisa jauh lebih panjang. Sebaliknya, mengabaikan jadwal servis dan terus memaksa motor bekerja dalam kondisi tidak prima dapat membuat kerusakan merembet ke komponen lain.
Akibatnya, pemilik kendaraan harus mengeluarkan biaya jauh lebih besar karena mesin perlu dibongkar atau turun mesin.
Editor : Andhika Attar Anindita