Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Cara Kerja Crankshaft pada Motor, Komponen Penting yang Ubah Gerak Piston Jadi Putaran

Imam Fathoni • Rabu, 24 Juni 2026 | 10:18 WIB
Ilustrasi crankshaft pada sepeda motor (Sumber Foto : gridoto.com)
Ilustrasi crankshaft pada sepeda motor (Sumber Foto : gridoto.com)

JP Radar Kediri – Crankshaft atau poros engkol merupakan salah satu komponen utama pada mesin sepeda motor. Komponen ini memiliki fungsi penting dalam mengubah gerakan naik turun piston menjadi gerakan berputar yang kemudian diteruskan ke sistem transmisi dan roda belakang.

Crankshaft berada di bagian bawah mesin dan terhubung langsung dengan piston melalui connecting rod atau batang piston. Saat proses pembakaran terjadi di ruang bakar, piston terdorong ke bawah akibat tekanan hasil pembakaran bahan bakar dan udara.

Gerakan turun piston tersebut kemudian diteruskan ke batang piston yang terhubung dengan crankshaft. Karena bentuk poros engkol yang tidak lurus, gerakan naik turun piston berubah menjadi gerakan memutar. Putaran inilah yang menjadi sumber tenaga utama pada mesin sepeda motor.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Kaliper 2 Piston yang Cocok untuk Kantong Pelajar

Pada mesin empat langkah, crankshaft bekerja selama siklus hisap, kompresi, usaha, dan buang. Saat piston bergerak naik dan turun, crankshaft terus berputar sehingga mampu menjaga putaran mesin tetap stabil.

Selain mengubah gerakan piston, crankshaft juga berfungsi menjaga keseimbangan putaran mesin. Pada komponen ini terdapat bandul penyeimbang atau counterweight yang membantu mengurangi getaran saat mesin bekerja pada putaran tinggi.

Putaran dari crankshaft kemudian diteruskan menuju kopling dan sistem transmisi. Selanjutnya tenaga disalurkan ke rantai atau CVT pada motor matik hingga akhirnya menggerakkan roda belakang.

Baca Juga: Punya Rencana Riding Saat Libur Lebaran, Simak Tips Perawatan Sepeda Motor dari Yamaha

Kondisi crankshaft yang baik sangat berpengaruh terhadap performa mesin. Jika komponen ini mengalami keausan atau kerusakan, gejala yang muncul biasanya berupa suara kasar dari dalam mesin, getaran berlebih, hingga penurunan tenaga.

Perawatan mesin secara rutin, seperti mengganti oli sesuai jadwal dan menghindari penggunaan motor secara berlebihan, dapat membantu menjaga usia pakai crankshaft. Pelumasan yang baik membuat gesekan antarkomponen berkurang sehingga poros engkol dapat bekerja dengan optimal. (*)

Editor : Mahfud
#piston motor #seker motor #bandul motor #cara kerja seker #Perawatan sepeda motor