Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Satukan Aliran Klasik Dan Ekstrem, Ini Tantangan Ketua Forscook Kediri

Imam Fathoni • Kamis, 4 Juni 2026 | 16:00 WIB
Markas Forscook yang berada di Dusun Dadapan, Desa Tawang, Kecamatan Wates (foto: Imam Fathoni/JPRK)
Markas Forscook yang berada di Dusun Dadapan, Desa Tawang, Kecamatan Wates (foto: Imam Fathoni/JPRK)

 

KABUPATEN, JP Radar Kediri – Menyatukan puluhan komunitas Vespa dengan latar belakang dan karakter berbeda bukan perkara mudah. Hal itu dirasakan Sigit Widodo, 43, yang saat ini menjabat Ketua Forum Scooter Kediri (Forscook), wadah yang menaungi sekitar 27 klub Vespa di Kabupaten Kediri.

Saat ditemui di Oemah Vespa, Dusun Ndadapan, Desa Tawang, Kecamatan Wates, Sigit mengungkapkan tantangan terbesar yang dihadapi selama memimpin forum adalah mernagkul berbagai aliran Vespa yang berkembang di Kediri.

Menurutnya, setiap klub memiliki karakter dan pandangan berbeda. Sebagian anggota lebih menyukai Vespa klasik yang mempertahankan bentuk asli kendaraan. Di sisi lain, terdapat komunitas yang mengusuntg aliran ekstrem dengan berbagai modifikasi unik.

“Tantangannya bagaimana menyatukan semuanya. Ada yang suka aliran klasik, ada juga yang ekstrem. Tapi semuanya tetap saudara dalam satu komunitas Vespa,” ujarnya.

Baca Juga: Bertahan Hampir 20 Tahun, Scuwat Jadi Rumah Pecinta Vespa di Kediri

Sigit dipercaya memimpin Forscook sejak 2024. Masa jabatannya berlangsung selama lima tahun. Ia terpilih setelah dua ketua sebelumnya mengundurkan diri karena lebih fokus pada keluarga.

Menurut Sigit,dirinya didorong maju oleh rekan-rekan komunitas karena dianggap mampu menjalin komunikasi dengan berbagai kalangan. Kemampuan merangkul seluruh anggota menjadi modal utama dalam menjaga kekompakan forum.

Forscook sendiri berdiri sejak 2015 dan saat ini menaungi sekitar 27 klub Vespa di Kabupaten Kediri. Setiap klub memiliki kepengurusan dan kegiatan masing-masing dengan jumlah anggota rata-rata lebih dari 20 orang.

Meski berasal dari berbagai latar belakang, Sigit menilai semangat persaudaraan menjadi faktor yang membuat komunitas Vespa tetap solid. Solidaritas tersebut terlihat saat touring maupun ketika salah satu anggota mengalami kendala di perjalanan.

"Yang membuat saya bertahan di Vespa adalah kebersamaan dan solidaritasnya. Kalau ada teman mogok di jalan, pasti dibantu bersama-sama," katanya.

Selain menjaga kekompakan antaranggota, Forscook juga aktif menggelar kegiatan sosial. Salah satunya santunan anak yatim saat Ramadan yang didanai melalui patungan dari berbagai klub anggota.

Baca Juga: Kisah Inspiratif Danang Ki Asmoro, Modifikator Vespa Kediri Beromzet Puluhan Juta

Ke depan, Sigit berharap seluruh komunitas Vespa di bawah naungan Forscook tetap menjaga persaudaraan, keselamatan berkendara, serta nama baik klub masing-masing. Menurutnya, perbedaan aliran tidak boleh menjadi penghalang untuk tetap bersatu dalam satu keluarga besar pecinta Vespa. (*)

Editor : Mahfud
#vespa matic #kediri #motor #classic #vespa