Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jangan Sekali-Sekali Dilakukan! IniDampak Air Radiator Mobil Habis dan Tetap Dijalankan

Mohammad Basid Alharis • Jumat, 26 September 2025 | 01:13 WIB
ilustrasi isi air radiator
ilustrasi isi air radiator

 

JP Radar Kediri – Air radiator memiliki peran yang sangat vital dalam menjaga kestabilan suhu mesin mobil. Sistem pendinginan ini bekerja dengan mengalirkan cairan (biasanya air radiator atau coolant) ke seluruh bagian mesin yang rentan panas saat bekerja.

Namun, bagaimana jika air radiator habis dan mobil tetap dijalankan? Kondisi ini sangat berisiko dan bisa menyebabkan kerusakan serius pada mesin mobil. Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai dampak negatif jika mobil terus dijalankan saat air radiator habis.

Pertama, pasti terjadi overheating (mesin terlalu panas). Ini adalah dampak paling awal dan paling umum. Tanpa air radiator, tidak ada media yang cukup untuk menyerap panas dari mesin. Akibatnya, suhu mesin akan naik drastis dalam waktu singkat.

Ciri-ciri overheating antara lain indikator suhu di dashboard naik ke area merah. Mesin terasa sangat panas.

Asap keluar dari kap mesin. Performa mesin menurun drastis. Overheating yang dibiarkan dapat memicu kerusakan mesin secara menyeluruh.

Kedua, kepala silinder (Cylinder Head) bengkok atau retak. Suhu yang terlalu tinggi bisa menyebabkan kepala silinder mesin memuai dan akhirnya bengkok atau bahkan retak.

Ini adalah kerusakan serius yang bisa menyebabkan oli dan air bercampur, menimbulkan kerak, dan membuat pembakaran mesin menjadi tidak normal.

Akibatnya mesin brebet atau tidak stabil. Air radiator cepat habis kembali setelah diisi.

Tentunya jelas biaya perbaikan sangat mahal karena harus membongkar sebagian besar komponen mesin.

Ketiga, gasket kepala silinder (Head Gasket) rusak. Overheating juga bisa merusak gasket kepala silinder, yaitu komponen yang menyekat antara blok mesin dan kepala silinder. Bila gasket ini rusak, akan terjadi kebocoran air radiator ke dalam ruang bakar atau sebaliknya.

Tanda-tanda head gasket rusak adalah knalpot mengeluarkan asap putih pekat. Air radiator cepat berkurang meski tidak ada kebocoran. Dan mesin cepat panas kembali.

Keempat, mesin mogok total. Jika tetap dipaksa berjalan, mesin bisa tiba-tiba mati total akibat suhu yang sudah melewati batas toleransi. Beberapa komponen internal seperti piston, ring, dan dinding silinder bisa aus atau bahkan meleleh karena panas ekstrem.

Akibatnya, mesin harus turun atau overhaul biaya perbaikannya bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Kelima, risiko kebakaran mesin. Walaupun jarang terjadi, suhu mesin yang terlalu tinggi bisa memicu kebakaran, terutama jika ada kebocoran oli atau bahan bakar. Kombinasi panas ekstrem dan cairan mudah terbakar sangat berbahaya.

Kalau sudah mengetahui dampaknya, maka segera melakukan langkah yang harus dilakukan jika air radiator habis. Antara lain segera hentikan kendaraan di tempat aman.

Kemudian, jangan langsung membuka tutup radiator! Tunggu mesin dingin. Periksa kebocoran di sekitar selang dan radiator.

Isi kembali air radiator dengan coolant atau air bersih sementara. Dan membawa mobil ke bengkel untuk pemeriksaan lebih lanjut.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radiator #mesin mobil #Air Radiator