Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Dari Hobi, Modifikasi Jadi Ladang Cuan Bahtiar, Pelanggan Rela Menunggu Setahun demi Hasil yang Sempurna

Hilda Nurmala Risani • Senin, 22 September 2025 | 18:25 WIB

 

 

Modifikasi motor buatan Bahtiar ini sangat khas. Hal itu tak lepas dari proses desain dan pembuatannya yang ditangani sendiri. Kreasi dari pemilik Greasy Wheels Custom Garage  itu pun tak jarang berbu
Modifikasi motor buatan Bahtiar ini sangat khas. Hal itu tak lepas dari proses desain dan pembuatannya yang ditangani sendiri. Kreasi dari pemilik Greasy Wheels Custom Garage itu pun tak jarang berbu

Kota, JP Radar Kediri-Bengkel milik Bahtiar berada di pinggir jalan raya. Tepatnya di Jl Kapten Tendean, Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Dari depan saja sudah jelas terlihat jika bengkel tersebut khusus untuk modifikasi motor. Hal itu tidak terlepas dari keberadaan box bertuliskan ‘Greasy Wheels Custom Garage’ di sana.

Apalagi, di bengkel berukuran 7x15 meter itu berjajar motor gede yang sedang dalam proses pengerjaan kustom. Tak cukup dua saja, ada empat motor yang sedang dikerjakan. Tak heran jika suara bising pun terdengar dari alat-alat yang digunakan untuk modifikasi.

Saat ditemui di bengkelnya, lelaki berkaus oblong warna biru dongker  tersebut tampak sibuk memoles sparepart kendaraan hasil modifikasinya menggunakan alat. Tangannya terlihat begitu cekatan. “Ini sedang mengerjakan motor untuk persiapan custom fest,” ucap Bahtiar sembari melempar senyum.

Ya, Bahtiar memang seorang desainer sekaligus builder berbagai jenis motor. Pelanggan pria yang akrab disapa Tiar itu tak sedikit. Motor yang antre untuk menunggu sentuhan tangan dinginnya harus menunggu lama. Jumlah itu belum termasuk sepeda motor yang berada di bengkelnya.

          Sebelum keterampilannya dalam memodifikasi motor itu disukai banyak orang, jebolah sekolah menengah atas (SMA) di Kediri ini mengaku mempelajari modifikasi motor secara otodidak. “Berawal dari hobi. Coba-coba untuk terjun, eh, ternyata menghasilkan. Jadi ya di terusin sampai sekarang,” akunya

          Hobi menggambar Tiar memang sudah terpupuk sejak kecil. Namun, builder ini baru bisa mengaplikasikannya di kendaraan miliknya saat sudah bekerja. Keahliannya itu tidak didapat dari orang tua maupun kerabatnya. Melainkan dari hasil belajar modifikasi otodidak.

Dengan deretan pengalaman yang panjang dan keberaniannya menuangkan ide ke dalam karya, hasil modifikasi motor Tiar tidak hanya diminati pelanggan. Melainkan berhasil memenangkan perlombaan bertaraf internasional. “Tahun 2022 hasil modifikasi motor saya berhasil memperoleh juara 1. Kemudian di 2024 saya kembali mendapat juara 3,” ungkapnya kepada  Jawa Pos Radar Kediri.

          Karyanya juga diminati oleh selebgram dan pengusaha terkenal. Baik dari wilayah Kediri maupun luar Kediri. Demi mendapatkan modifikasi motor yang menarik, para pecinta motor memang harus mengeluarkan budget yang sama sekali tak murah.

Sekali modifikasi bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.  “Paling murah sekitar Rp 25 juta, termahalnya bisa mencapai Rp 200 juta,” tuturnya. Biaya berbanding lurus dengan hasil karya. Tiar pun mengaku puas karena pelanggannya puas dengan hasil modifikasi sentuhannya.  

Jika kini namanya sebagai desainer dan builder sudah dikenal luas, ternyata perjalanannya untuk bisa sampai di titik sekarang diwarnai dengan kisah suka maupun duka. Dia mencontohkan saat harus menyerah mengejar cita-citanya kuliah di jurusan desain komunikasi visual (DKV) karena keterbatasan biaya.

Sebagai gantinya, Tiar memilih menekuni honi kustom modifikasi motor milik temannya pada 2013 silam. Lama-lama karyanya mampu memikat beberapa orang. Selain dari temannya, juga dari pecinta motor yang berada di wilayah lain.

“Promosinya ya melalui sosial media seperti Instagram. Nanti ada yang tanya melalui DM (direct message, Red) baru datang ke sini untuk menyampaikan keinginan kustomnya,” imbuh lelaki berusia 34 tahun itu.

Apa yang membuat motor hasil modifikasi bikinan Tiar terasa istimewa? “Desainnya dibuat sendiri, sparepart-nya pun manual pembuatannya. Saya juga berperan sebagai builder,” terangnya.

Meski ribet dan butuh waktu lama, hal itu yang justru jadi pembeda. Pelanggan menjadi merasa puas karena hasilnya sesuai dengan keinginannya. Meskipun, alat yang dimiliki masih terbatas dan suasana hati juga turut memengaruhinya.

Tak heran jika pengerjaan kustom motor paling cepat sekitar empat bulan. Yang paling lama bisa mencapai satu tahun. “Suasana hati juga ikut memengaruhi proses pengerjaan. Terkadang kalau lagi tidak mood ya seharian cuma di bengkel ngopi dan mendengarkan musik saja,” paparnya.

          Meski Tiar cenderung moody, ternyata pelanggan tetap dengan sabar menunggu. Termasuk orang dari Bali yang selalu langganan kustom di tempatnya hingga sekarang ini. Lamanya proses mengerjakan kustom motor tak lepas dari pola kerjanya yang detail dan perfect. Semua harus bagus. Karenanya, Tiar sering meminta pelanggan datang konsultasi mulai dari desain hingga hasil jadinya.

          Upanya menjaga kualitas inilah yang membuat pelanggan barunya berdatangan. Dalam setahun ada sekitar empat sepeda motor yang dipercayakan kepadanya. Tentunya dengan nilai yang cukup fantastis.

“Sejauh ini masih mengalir saja. Belum tahu siapa yang akan meneruskan karena kebetulan anak saya dua cewek semua. Tapi kalau keahlian menggambar sudah menurun di anak yang nomor dua,” bebernya terkait kelanjutan usaha bengkelnya kelak. Dia pun mengaku masih akan terus menjalani hobinya yang menghasilkan uang ini sampai tua. Sekuat-kuatnya. (ut)

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#otomotif #bengkel #motor #sparepart #modifikasi