JP Radar Kediri – Ban motor adalah salah satu komponen vital yang berperan besar dalam keselamatan dan kenyamanan berkendara. Namun, banyak pengendara yang mungkin tidak menyadari bahwa ban belakang motor cenderung lebih cepat aus dibandingkan ban depan.
Hal ini bukanlah kebetulan, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor teknis dan gaya berkendara. Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai alasan mengapa ban belakang motor lebih cepat mengalami keausan.
Pertama, karena beban lebih besar ditanggung ban belakang. Secara desain, beban motor sebagian besar ditopang oleh ban belakang, terutama pada motor bebek atau motor matik.
Apalagi jika membawa penumpang atau barang di bagian belakang, maka beban tersebut akan semakin menekan ban belakang dan mempercepat keausan.
Kedua, penggerak utama ada di Roda Belakang. Roda belakang adalah sumber penggerak utama motor. Ketika mesin bekerja, tenaga disalurkan ke roda belakang melalui rantai, belt, atau poros penggerak.
Tenaga ini kemudian mendorong motor untuk bergerak. Karena roda belakang terus-menerus menahan dan menyalurkan tenaga ini, maka gesekan dan tekanan yang terjadi jauh lebih besar, sehingga ban lebih cepat aus.
Ketiga, gaya akselerasi dan deselerasi lebih besar di Ban Belakang. Setiap kali pengendara menarik gas (akselerasi), maka ban belakang akan mengalami tarikan dan beban dorong yang tinggi.
Sebaliknya, ketika pengendara mengerem (terutama dengan rem belakang), ban juga mendapat tekanan pengereman. Kombinasi dari tarikan dan tekanan ini membuat ban belakang bekerja lebih keras, dan mempercepat proses aus.
Keempat, traksi dan gaya dorong terpusat di Roda Belakang. Ban belakang bertanggung jawab untuk menghasilkan traksi atau cengkeraman terhadap permukaan jalan saat motor bergerak.
Karena traksi ini terus-menerus terjadi, maka karet ban akan lebih cepat menipis dibandingkan ban depan yang lebih berfungsi untuk mengarahkan (steering) dan menjaga kestabilan.
Kelima, pengaruh gaya berkendara. Gaya berkendara juga sangat berpengaruh. Pengendara yang sering menarik gas secara tiba-tiba, melakukan akselerasi mendadak, atau membawa muatan berlebih, akan membuat ban belakang lebih cepat aus. Pada beberapa motor sport, pengendara juga lebih sering menggunakan rem belakang, yang mempercepat keausan ban belakang.
Keenam, jenis ban dan tekanan angin. Kadang ban belakang menggunakan jenis compound (karet) yang berbeda dari ban depan biasanya lebih lunak agar traksi lebih maksimal.
Namun, ini juga membuatnya lebih cepat aus. Selain itu, tekanan angin ban yang kurang ideal (terlalu rendah atau tinggi) juga bisa mempercepat keausan, terutama di ban belakang yang menopang beban lebih besar.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah