Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Penyebab Setir Mobil Terasa Berat dan Cara Mengatasinya

Mohammad Basid Alharis • Senin, 8 September 2025 | 22:27 WIB
Ilustrasi penyebab setir mobil terasa berat.
Ilustrasi penyebab setir mobil terasa berat.

 

JP Radar Kediri - Setir mobil yang terasa berat saat dikemudikan bisa menjadi tanda adanya masalah pada sistem kemudi atau komponen lainnya.

Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan berkendara, tetapi juga bisa membahayakan keselamatan, terutama saat bermanuver di kecepatan rendah atau saat parkir.

Berikut beberapa penyebab umum mengapa setir mobil terasa berat dan bagaimana cara mengatasinya.

Pertama, tekanan angin ban kurang. Salah satu penyebab paling umum adalah tekanan angin ban yang tidak sesuai, terutama pada ban depan yang berperan besar dalam sistem kemudi.

Ban yang kempis atau kurang tekanan akan menambah beban kerja saat memutar setir.

Solusinya dengan periksa dan isi tekanan angin ban sesuai rekomendasi pabrikan (biasanya tertera di pintu samping pengemudi atau buku manual).

Kedua, masalah pada sistem power steering. Power steering berfungsi untuk meringankan putaran setir.

Jika sistem ini bermasalah, setir akan terasa berat. Ada dua jenis power steering. Jenis hidraulik menggunakan minyak power steering. Dan jenis elektrik (EPS) menggunakan motor listrik.

Penyebab umum kerusakan karena oli power steering habis atau bocor. Pompa power steering rusak. Dan motor EPS bermasalah (pada mobil dengan EPS).

Solusinya cek level dan kualitas oli power steering. Jika menggunakan EPS, lakukan pemeriksaan dengan alat scan untuk mendeteksi error pada sistem elektroniknya.

Ketiga, kerusakan pada komponen suspensi atau kemudi. Kerusakan pada tie rod, ball joint, rack steer, atau komponen lainnya dapat menyebabkan setir menjadi berat.

Selain itu, usia pakai atau keausan juga bisa membuat pergerakan roda menjadi tidak mulus.

Solusinya bawa mobil ke bengkel untuk dilakukan pemeriksaan menyeluruh pada sistem kemudi dan suspensi.

Keempat, belt power steering longgar atau putus. Pada sistem power steering hidraulik, pompa digerakkan oleh belt (tali kipas).

Jika belt kendor, aus, atau putus, pompa tidak akan bekerja dengan optimal. Solusinya periksa kondisi belt dan ganti jika sudah aus atau putus.

Kelima, masalah pada steering rack. Steering rack (rak kemudi) yang aus atau rusak juga bisa menyebabkan setir berat. Gejala ini biasanya disertai suara aneh saat setir diputar atau adanya getaran.

Solusinya pemeriksaan dan kemungkinan penggantian steering rack oleh mekanik profesional.

Keenam, kurangnya pelumasan pada sistem kemudi. Kurangnya pelumasan pada bagian poros kemudi atau sambungan bisa menyebabkan gesekan tinggi, yang membuat setir menjadi berat.

Solusinya memberi pelumas pada bagian-bagian tertentu sesuai standar pabrikan, atau bawa ke bengkel untuk pelumasan menyeluruh.

Jadi, setir mobil yang terasa berat bisa disebabkan oleh hal sederhana seperti tekanan ban yang kurang, hingga kerusakan serius pada sistem power steering atau komponen kemudi lainnya.

Pemeriksaan rutin dan perawatan berkala sangat penting untuk memastikan sistem kemudi bekerja dengan optimal dan aman.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#otomotif #setir mobil #mobil