JP Radar Kediri - Di tengah kesibukan atau terburu-buru, tidak jarang pengemudi lupa bahwa mesin mobilnya sudah menyala, lalu tanpa sadar menekan tombol starter atau memutar kunci kontak lagi.
Meskipun terdengar sepele, kebiasaan ini bisa menimbulkan dampak negatif pada kendaraan pengemudi. Mari bahas lebih dalam apa saja risiko dan kerusakan yang mungkin terjadi jika menstarter ulang mobil dalam keadaan mesin masih menyala.
Pertama, terjadi kerusakan pada dinamo starter.
Dinamo starter adalah komponen utama yang bekerja saat Anda menyalakan mesin mobil. Ketika mesin sudah menyala, komponen ini tidak seharusnya berfungsi lagi.
Jika pengemudi menstarter ulang saat mesin masih hidup, dinamo starter akan berputar dengan kecepatan tinggi dan bertabrakan dengan roda gigi mesin yang sudah bergerak.
Ini dapat menyebabkan gigi starter aus atau rusak, roda gila (flywheel) terkikis atau patah.
Overheat pada dinamo starter akibat beban berlebih. Kerusakan ini bisa membuat pengemudi kesulitan menyalakan mobil di kemudian hari dan biaya perbaikannya pun tidak murah.
Kedua, konsumsi aki meningkat. Setiap kali starter ditekan, aki akan mengalirkan daya besar untuk menggerakkan dinamo starter.
Jika Anda menstarter ulang tanpa perlu, aki akan bekerja lebih keras dari seharusnya. Akibatnya kapasitas aki cepat menurun.
Umur aki menjadi lebih pendek. Dan potensi gagal starter di kemudian hari karena aki soak.
Ketiga, berpotensi korsleting atau gangguan kelistrikan.
Mobil modern memiliki sistem kelistrikan yang kompleks dan sensitif. Beberapa kendaraan memiliki sistem proteksi agar starter tidak bekerja saat mesin hidup, tetapi tidak semua mobil memilikinya.
Jika sistem ini tidak aktif, starter yang dipaksa bekerja saat mesin hidup bisa menimbulkan lonjakan arus listrik.
Mengganggu ECU (Electronic Control Unit). Dan memicu korsleting atau error pada panel instrumen.
Keempat, risiko kecelakaan (jika mobil sedang berjalan).
Jika pengemudi mencoba menstarter ulang mobil saat sedang berjalan (misalnya saat berhenti di lampu merah dan lupa mesin masih nyala), tindakan ini bisa menyebabkan mobil tersentak mendadak.
Bisa juga gangguan pada pengemudi yang dapat menyebabkan kehilangan kontrol. Dan risiko tabrakan jika tidak waspada
Lantas, bagaimana mencegahnya Perhatikan indikator RPM. Jika jarum sudah di atas 0, berarti mesin sudah menyala.
Dengarkan suara mesin. Jadi biasakan mengenali suara idle mobilnya.
Gunakan fitur Start/Stop Engine dengan bijak. Pada mobil modern, tombol ini sebaiknya hanya ditekan sekali saat menyalakan dan sekali saat mematikan mesin.
Fokus dan tidak terburu-buru saat mengoperasikan kendaraan.
Jadi, menstarter ulang mobil saat mesin masih menyala bukanlah hal sepele. Meskipun mungkin tidak langsung merusak kendaraan, tindakan ini dapat mempercepat keausan komponen penting dan berisiko menyebabkan kerusakan yang mahal.
Oleh karena itu, penting untuk selalu waspada dan memastikan kondisi mobil sebelum melakukan tindakan apapun.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah