JP Radar Kediri – Kaki-kaki mobil merupakan salah satu komponen vital yang menunjang kenyamanan dan keselamatan saat berkendara.
Komponen ini meliputi suspensi, ball joint, tie rod, bushing, shock absorber, dan lainnya yang berfungsi menyerap getaran, menjaga kestabilan, serta mengatur arah kendaraan.
Seiring waktu dan penggunaan, kaki-kaki mobil bisa mengalami keausan atau kerusakan.
Sayangnya, banyak pengendara yang kurang menyadari tanda-tanda awal kerusakan ini, sehingga dibiarkan hingga berdampak serius.
Berikut ini adalah beberapa tanda-tanda kaki-kaki mobil bermasalah yang perlu diwaspadai.
Pertama, bunyi "Kletek-Kletek" atau "Duk-Duk" saat melewati jalan tidak rata Salah satu tanda paling umum adalah munculnya suara aneh saat mobil melewati polisi tidur atau jalan berlubang.
Suara ini bisa berasal dari ball joint, bushing arm, atau shock absorber yang sudah aus.
Penyebab umum adalah karet bushing yang getas atau pecah. Shock absorber lemah. Long tie rod atau ball joint yang oblak
Kedua, setir terasa getar saat melaju. Jika Anda merasakan getaran pada setir saat melaju, terutama di kecepatan tinggi, ini bisa menandakan adanya masalah pada kaki-kaki mobil.
Bisa juga disebabkan oleh ban yang tidak balance atau velg yang bengkok, tetapi sering kali masalah ini berkaitan dengan kaki-kaki.
Penyebab umum karena ball joint longgar. Ban aus tidak merata dan komponen kaki-kaki tidak center.
Ketiga, ban aus tidak merata. Ban yang aus secara tidak merata, misalnya hanya bagian dalam atau luar saja, bisa mengindikasikan ada masalah pada sistem suspensi atau setelan roda (wheel alignment) yang tidak tepat.
Penyebab umum camber dan toe tidak sesuai. Shock absorber lemah dan bushing arm rusak
Keempat, mobil tidak stabil saat dikendarai. Jika mobil terasa oleng, limbung berlebihan, atau sulit dikendalikan saat belok, itu bisa menandakan ada komponen kaki-kaki yang bermasalah.
Ini bisa membahayakan, terutama saat berkendara dengan kecepatan tinggi atau di tikungan tajam.
Penyebabnya adalah shock absorber mati, stabilizer rusak, dan bushing arm pecah.
Kelima, setir berat atau tidak kembali ke posisi semula. Setir yang terasa berat atau tidak otomatis kembali ke posisi lurus setelah berbelok bisa menandakan ada masalah pada sistem kemudi, termasuk tie rod dan rack steer.
Penyebab umum tie rod aus, power steering bermasalah, dan komponen suspensi tidak simetris.
Keenam, terdengar bunyi saat setir diputar. Jika terdengar suara "krek-krek" atau "ketak-ketak" saat setir diputar, bisa jadi itu tanda tie rod atau CV joint mulai rusak. Jika dibiarkan, bisa menyebabkan kegagalan kemudi.
Ketujuh, shock absorber bocor. Ciri shock absorber bocor bisa terlihat dari adanya cairan oli yang menetes atau membasahi bodi shock. Shock yang bocor menyebabkan suspensi tidak lagi optimal dalam meredam guncangan.
Jadi, kaki-kaki mobil yang bermasalah bukan hanya mengganggu kenyamanan, tapi juga bisa membahayakan keselamatan.
Mengenali gejalanya sejak dini akan membantu mencegah kerusakan yang lebih parah dan biaya perbaikan yang lebih besar.
Editor : Anwar Bahar Basalamah