JP Radar Kediri - Rem adalah salah satu komponen paling penting dalam sistem keselamatan mobil. Tanpa sistem pengereman yang optimal, risiko kecelakaan bisa meningkat secara drastis. Sayangnya, banyak pengemudi yang sering mengabaikan tanda-tanda bahwa rem mobil mereka mulai aus atau rusak. Padahal, mengenali gejala sejak dini bisa mencegah kerusakan lebih lanjut dan menjaga keselamatan di jalan.
Berikut ini adalah beberapa tanda-tanda bahwa rem mobil Anda sudah waktunya diganti.
Pertama, suara berdecit atau berderit saat mengerem.
Salah satu tanda paling umum adalah munculnya suara berdecit atau berderit ketika pedal rem diinjak. Ini biasanya disebabkan oleh kampas rem (brake pad) yang sudah menipis hingga menyentuh cakram rem (disc brake).
Beberapa kampas rem dirancang dengan indikator suara khusus untuk memberi tahu pengemudi bahwa waktunya mengganti kampas rem.
Kedua, pedal rem terasa lebih dalam atau lunak.
Jika pedal rem terasa lebih dalam dari biasanya saat diinjak, atau terasa “empuk” (spongy), itu bisa menjadi tanda adanya udara atau kebocoran pada sistem hidrolik rem. Selain itu, bisa juga menandakan bahwa minyak rem (brake fluid) sudah kotor atau kurang. Segera cek sistem pengereman jika mengalami gejala ini.
Ketiga, mobil bergetar saat mengerem. Getaran atau goyangan saat menginjak rem bisa menjadi pertanda bahwa cakram rem sudah tidak rata atau bengkok.
Hal ini bisa terjadi karena panas berlebih atau pemakaian jangka panjang. Jika dibiarkan, dapat menyebabkan pengereman menjadi tidak stabil dan berbahaya.
Keempat, indikator lampu rem menyala di Dashboard. Mobil-mobil modern dilengkapi dengan sensor yang bisa mendeteksi kondisi sistem rem.
Jika lampu indikator rem menyala di dashboard, itu adalah peringatan bahwa ada masalah, seperti kampas rem aus, minyak rem rendah, atau kerusakan pada sistem ABS.
Kelima, tarikan mobil tidak lurus saat mengerem.
Jika saat pengereman mobil terasa menarik ke satu sisi (misalnya ke kiri atau kanan), itu bisa menjadi tanda bahwa kampas rem di satu sisi lebih aus dari sisi lainnya. Bisa juga disebabkan oleh masalah pada kaliper rem atau selang rem yang bocor. Kondisi ini berpotensi menyebabkan kecelakaan jika tidak segera diperbaiki.
Keenam, butuh jarak lebih panjang untuk berhenti.
Jika Anda merasa mobil butuh jarak lebih jauh untuk berhenti dibanding biasanya, kemungkinan besar kampas rem sudah aus atau kualitas pengereman menurun.
Ini adalah tanda serius yang tidak boleh diabaikan, karena berisiko menyebabkan tabrakan, terutama saat berkendara dalam kecepatan tinggi.
Ketujuh, minyak rem berkurang atau bocor.
Cek secara rutin tabung minyak rem. Jika volumenya berkurang drastis, bisa jadi ada kebocoran.
Sistem rem hidrolik sangat tergantung pada tekanan cairan, sehingga kebocoran sekecil apa pun bisa menyebabkan rem tidak berfungsi optimal.
Lantas, kapan harus ganti kampas atau komponen rem?
Umumnya, kampas rem perlu diganti setiap 30.000 sampai dengan 50.000 km, tergantung gaya berkendara dan kondisi jalan. Namun, bukan hanya kampas rem yang perlu diperhatikan cakram, kaliper, dan minyak rem juga memiliki usia pakai yang harus rutin dicek dan dirawat.
Jadi, jangan abaikan tanda-tanda kerusakan pada sistem rem. Rem yang bekerja dengan baik adalah kunci keselamatan Anda dan pengguna jalan lainnya. Jika mengalami salah satu atau beberapa gejala di atas, segera bawa mobil ke bengkel terpercaya untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah