JP Radar Kediri – Di era digital seperti sekarang, banyak operator bus antarkota dan pariwisata menyediakan fasilitas stop kontak (colokan listrik) di setiap kursi penumpang.
Fasilitas ini sangat membantu penumpang untuk tetap terhubung dan mengisi daya perangkat mereka selama perjalanan.
Namun, sering kali ditemukan peringatan yang menyatakan bahwa stop kontak hanya boleh digunakan untuk mengisi daya handphone, bukan perangkat lain seperti laptop, rice cooker, atau alat elektronik berdaya tinggi lainnya.
INFORMASI PENDAFTARAN KOMPETISI KOMPETENSI AKADEMIK 2025
Apa itu kompetisi kempetensi akademik? Baca di sini
Daftar di link berikut: https://rkomnibus.com/
Contac person: 0813-3563-2111 (heri)
Lalu, apa sebenarnya alasan di balik pembatasan ini?
Pertama, karena kapasitas listrik terbatas. Sistem kelistrikan di dalam bus dirancang untuk menopang kebutuhan dasar.
Seperti pencahayaan kabin, sistem pendingin udara (AC), sistem navigasi, dan pengisian daya perangkat kecil seperti handphone.
Mengisi daya laptop atau alat elektronik lain dengan daya besar bisa melebihi kapasitas inverter (alat pengubah arus DC ke AC) atau aki bus.
Jika terlalu banyak perangkat berdaya tinggi digunakan secara bersamaan, sistem kelistrikan bisa menjadi overheat atau bahkan rusak.
Kedua, risiko keamanan dan kebakaran. Penggunaan perangkat elektronik dengan konsumsi daya tinggi di ruang tertutup seperti kabin bus menimbulkan risiko overheating (panas berlebih), korsleting, hingga kebakaran.
Stop kontak di bus umumnya tidak dilengkapi dengan sistem pengaman canggih seperti di rumah atau kantor.
Beberapa kejadian menunjukkan bahwa korsleting akibat penggunaan alat elektronik berdaya tinggi bisa menyebabkan percikan api yang membahayakan seluruh penumpang.
Ketiga, sistem listrik bus tidak seperti di Rumah. Perlu dipahami bahwa sistem listrik bus berjalan dengan arus DC (searah) dari aki kendaraan dan baru diubah ke AC (bolak-balik) melalui inverter.
Proses ini memiliki batas kemampuan. Mengisi daya perangkat seperti laptop gaming, alat cukur listrik, atau bahkan perangkat masak bisa menyebabkan gangguan serius pada sistem kelistrikan, bahkan membuat inverter mati atau rusak.
Keempat, pemerataan akses untuk semua penumpang. Jika satu atau dua penumpang menggunakan daya berlebihan, penumpang lain mungkin tidak bisa mengisi daya sama sekali.
Dengan membatasi penggunaan hanya untuk handphone, operator bus ingin memastikan semua orang mendapat kesempatan untuk mengisi daya perangkat penting mereka selama perjalanan.
Kelima, tanggung jawab dan kebijakan operator. Operator bus tidak bertanggung jawab atas kerusakan perangkat elektronik penumpang akibat ketidakstabilan listrik di dalam bus.
Karena itu, mereka membatasi penggunaan stop kontak hanya untuk handphone sebagai bentuk perlindungan hukum dan teknis.
Jadi, meskipun terlihat sederhana, pembatasan penggunaan stop kontak di kabin bus hanya untuk handphone memiliki alasan yang kuat mulai dari keterbatasan teknis, keamanan, hingga kenyamanan bersama.
Oleh karena itu, penumpang diharapkan mematuhi aturan ini demi keselamatan dan kenyamanan semua pihak.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah