JP Radar Kediri – Ban mobil merupakan komponen penting yang berpengaruh langsung terhadap kenyamanan, efisiensi, dan keselamatan berkendara.
Salah satu aspek perawatan ban yang sering dibicarakan adalah jenis gas yang digunakan untuk mengisi ban. Yakni angin biasa (udara atmosfer) atau nitrogen murni.
Meskipun keduanya sama-sama bisa menjaga tekanan ban, masing-masing memiliki keuntungan dan kelemahan. Berikut adalah ulasannya.
INFORMASI PENDAFTARAN KOMPETISI KOMPETENSI AKADEMIK 2025
Apa itu kompetisi kempetensi akademik? Baca di sini
Daftar di link berikut: https://rkomnibus.com/
Contac person: 0813-3563-2111 (heri)
Pertama, mengisi dengan angin biasa. Angin biasa adalah udara dari kompresor yang umumnya tersedia di hampir semua bengkel dan SPBU.
Adapun keuntungannya adalah mudah didapat. Hampir semua pompa ban di SPBU atau ditempat tambal ban kebanyakan menggunakan angin biasa, sehingga lebih praktis dan tidak memerlukan alat khusus.
Pengisian angin biasa umumnya gratis atau sangat murah. Dan cepat dalam arti proses pengisiannya singkat dan tidak memerlukan prosedur khusus.
Namun, mengisi angin biasa juga memiliki kelemahan. Antara lain mengandung uap air.
Dimana udara biasa mengandung sekitar 78 persen nitrogen, 21 persen oksigen, dan sisanya gas lain serta uap air. Uap air ini bisa mengembang saat panas, membuat tekanan ban berubah-ubah.
Kemudian, tekanan tidak stabil. Karena adanya uap air dan oksigen, tekanan ban cenderung berubah lebih cepat terutama saat suhu lingkungan berubah.
Bisa juga potensi korosi. Yakni uap air dan oksigen dapat memicu korosi pada pelek, terutama pelek besi.
Kedua, mengisi dengan nitrogen. Nitrogen yang digunakan untuk ban biasanya memiliki kemurnian sekitar 93 persen hingga 99 persen.
Mengisi angin dengan nitrogen memiliki keuntungannya antara lain tekanan lebih stabil.
Nitrogen tidak mudah mengembang atau menyusut akibat perubahan suhu, sehingga tekanan ban lebih stabil dalam berbagai kondisi.
Dengan nitrogen lebih aman. Stabilitas tekanan membuat ban lebih aman terutama untuk perjalanan jauh atau kecepatan tinggi.
Lalu, dengan nitrogen dapat mengurangi risiko korosi. Karena tidak mengandung uap air, nitrogen tidak memicu karat pada pelek.
Dan ban menjadi lebih awet. Tekanan yang stabil membantu mengurangi keausan ban secara tidak merata.
Namun, ada beberapa kelemahan mengisi angi dengan nitrogen. Diantaranya biayanya lebih mahal sedikit. Mengisi nitrogen biasanya dikenakan biaya, mulai dari Rp10.000 sampai Rp30.000 per ban.
Tidak tersedia di semua tempat. Lalu, perbedaan manfaat tidak terlalu signifikan. Untuk penggunaan harian biasa, perbedaan kenyamanan dan efisiensi antara nitrogen dan angin biasa tidak terlalu terasa.
Lalu, mana yang lebih baik? Pilihan antara angin biasa dan nitrogen tergantung pada kebutuhan dan kebiasaan penggunaan kendaraan.
Untuk penggunaan harian di dalam kota, angin biasa sudah cukup efektif, praktis, dan murah.
Untuk perjalanan jauh, kendaraan berat, atau mobil performa tinggi, nitrogen bisa menjadi pilihan lebih baik karena tekanan ban lebih stabil dan risiko overheating lebih kecil.
Hal terpenting adalah memastikan tekanan ban selalu sesuai rekomendasi pabrikan, baik menggunakan angin biasa maupun nitrogen.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah