JP Radar Kediri - Motor matic merupakan pilihan favorit banyak orang karena kemudahannya dalam pengoperasian.
Namun, seiring penggunaan, sering kali muncul masalah pada performa mesin, salah satunya adalah tarikan gas yang tidak lancar.
Kondisi ini bisa sangat mengganggu, terutama saat dibutuhkan akselerasi cepat, misalnya saat menyalip atau tanjakan.
INFORMASI PENDAFTARAN KOMPETISI KOMPETENSI AKADEMIK 2025
Apa itu kompetisi kempetensi akademik? Baca di sini
Daftar di link berikut: https://rkomnibus.com/
Contac person: 0813-3563-2111 (heri)
Berikut ini beberapa penyebab umum tarikan gas motor matic menjadi tidak lancar, mulai dari masalah ringan hingga yang membutuhkan penanganan serius.
Pertama, filter udara kotor atau tersumbat. Filter udara berfungsi menyaring udara sebelum masuk ke ruang bakar.
Jika kotor atau tersumbat, pasokan udara ke mesin jadi terganggu, sehingga pembakaran tidak sempurna dan tarikan gas terasa berat atau tersendat.
Solusinya dengan membersihkan filter udara secara berkala (setiap 8.000–10.000 km), atau ganti jika sudah tidak layak pakai.
Kedua, bisa jadi busi lemah atau kotor. Busi yang sudah melemah atau kotor tidak bisa memercikkan api dengan optimal.
Hal ini menyebabkan pembakaran tidak sempurna, sehingga motor menjadi kurang responsif saat gas ditarik.
Solusinya memeriksa kondisi busi secara rutin dan ganti setiap 8.000–10.000 km, tergantung jenisnya.
Ketiga, CVT kotor atau aus. Salah satu komponen utama pada motor matic adalah CVT (Continuously Variable Transmission).
Jika komponen seperti v-belt, roller, atau kampas kopling CVT kotor, aus, atau kering dari pelumas, maka akselerasi motor akan terasa berat, tersendat, atau bergetar.
Solusi: Lakukan servis CVT setiap 8.000 km atau sesuai anjuran pabrikan. Bersihkan dan ganti komponen yang sudah aus.
Keempat, karburator atau injektor kotor. Untuk motor matic yang masih menggunakan karburator, kotoran pada karburator bisa mengganggu aliran bahan bakar.
Sedangkan pada motor injeksi, injektor yang tersumbat akan membuat semprotan bahan bakar tidak optimal.
Solusinya dengan membersihkan karburator atau lakukan servis injektor secara rutin di bengkel terpercaya.
Kelima, throttle body kotor (Motor Injeksi). Throttle body berfungsi mengatur banyaknya udara yang masuk ke ruang bakar.
Jika throttle body kotor, bisa menyebabkan tarikan gas tidak stabil atau berat.
Solusinya melakukan pembersihan throttle body secara berkala, biasanya setiap 10.000–15.000 km.
Keenam, kampas kopling ganda aus. Pada motor matic, kampas kopling ganda bekerja secara otomatis untuk menyalurkan tenaga ke roda.
Jika kampas ini sudah aus, tarikan awal akan terasa berat atau bahkan motor tersendat-sendat.
Solusinya mengganti kampas kopling jika sudah tipis atau keras. Biasanya dilakukan saat servis CVT.
Ketujuh, setelan gas tidak tepat. Setelan kabel gas yang terlalu kendur atau terlalu tegang juga bisa menyebabkan tarikan tidak lancar. Tarikan gas terasa “kosong” atau lambat merespons.
Solusinya melakukan penyetelan kabel gas agar lebih responsif, sebaiknya dilakukan oleh teknisi.
Kedelapan, karena masalah pada ECU atau sensor (Motor Injeksi). Jika sensor seperti TPS (Throttle Position Sensor) atau ECU mengalami gangguan, sistem injeksi tidak akan bekerja optimal, sehingga akselerasi menjadi terganggu.
Solusinya perlu dilakukan pemeriksaan menggunakan scanner khusus di bengkel resmi.
Jadi, keluhan tarikan gas motor matic yang tidak lancar bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari yang sederhana seperti filter udara kotor, hingga yang lebih kompleks seperti masalah pada CVT atau ECU.
Perawatan berkala dan servis rutin adalah kunci utama agar motor tetap dalam kondisi prima.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel
Editor : Anwar Bahar Basalamah