KEDIRI, JP Radar Kediri – Ban mobil yang bocor halus seringkali tidak terdeteksi dengan cepat karena kebocorannya terjadi secara perlahan.
Meskipun terlihat sepele, kondisi ini bisa berbahaya jika dibiarkan, seperti mengurangi kestabilan kendaraan, meningkatkan risiko pecah ban, atau bahkan menyebabkan kecelakaan.
Berikut adalah beberapa penyebab ban mobil bocor halus dan cara mengatasinya.
INFORMASI PENDAFTARAN KOMPETISI KOMPETENSI AKADEMIK 2025
Apa itu kompetisi kempetensi akademik? Baca di sini
Daftar di link berikut: https://rkomnibus.com/
Contac person: 0813-3563-2111 (heri)
Pertama, benda tajam yang menancap di Ban. Penyebabnya adalah paku, pecahan kaca, atau logam kecil yang menempel di ban dapat menyebabkan kebocoran perlahan.
Atau juga ada benda tajam tersebut mungkin tidak langsung membuat ban kempes, tetapi udara bisa keluar sedikit demi sedikit.
Cara mengatasinya dengan memeriksa permukaan ban secara rutin, terutama setelah melewati jalan yang kotor atau berbatu.
Jika ditemukan benda tajam, segera bawa ke bengkel untuk ditambal atau diganti jika lubang terlalu besar.
Kedua, katup ban (Pentil) rusak atau longgar. Penyebabnya adalah katup ban yang aus, retak, atau tidak tertutup rapat dapat menyebabkan kebocoran udara.
Baca Juga: Penyebab Setir Motor Terasa Keras dan Cara Mengatasinya
Bisa juga debu dan kotoran juga bisa menyumbat katup, membuatnya tidak berfungsi optimal.
Cara mengatasinya dengan mengganti pentil ban jika sudah rusak atau bocor. Dan memastikan tutup pentil selalu terpasang untuk mencegah kotoran masuk.
Ketiga, velg ban yang tidak rapat atau rusak. Penyebabnya velg yang penyok, berkarat, atau tidak terpasang dengan sempurna dapat menyebabkan udara bocor perlahan.
Bisa pula karena kebocoran sering terjadi di area pertemuan ban dan velg.
Solusinya dengan membersihkan velg dari karat dan kotoran. Dan memeriksan kondisi velg dan pastikan pemasangan ban dilakukan dengan benar.
Keempat, ban aus atau retak. Penyebabnya ban yang sudah tipis atau retak karena usia dapat menyebabkan kebocoran halus.
Atau juga adanya retakan kecil di dinding ban atau tapak bisa menjadi jalan keluar udara.
Solusinya dengan mengganti ban jika sudah terlalu tipis (ketebalan di bawah 1,6 mm) atau terdapat retakan parah. Dan melakukan rotasi ban secara berkala untuk meratakan keausan.
Kelima, kerusakan pada tapak ban. Penyebabnya adalah ban yang sering melewati jalan kasar atau berbatu bisa mengalami kerusakan di bagian dalam tapak, menyebabkan kebocoran. Dan ban yang sudah lama tidak digunakan juga bisa rapuh dan bocor.
Cara mengatasinya dengan menghindari jalan berlubang atau berbatu tajam. Dan simpan ban dengan tekanan udara yang cukup jika tidak digunakan dalam waktu lama.
Keenam, kesalahan saat penggantian ban. Penyebab bisa jadi karena pemasangan ban yang tidak benar.
Seperti posisi bead (pinggiran ban) yang tidak rapat dengan velg, dapat menyebabkan kebocoran.
Dan pula penggunaan pelumas berlebihan saat pemasangan juga bisa memicu kebocoran.
Cara mengatasinya dengan memastikan ban dipasang oleh teknisi profesional. Dan menggunakan pelumas khusus ban secukupnya saat pemasangan.
Jadi, ban bocor halus sering disebabkan oleh benda tajam, kerusakan pentil, velg yang tidak rapat, atau keausan ban.
Untuk mencegahnya, lakukan pemeriksaan rutin dan perawatan berkala. Jika ban terus-menerus bocor, segera bawa ke bengkel untuk penanganan lebih lanjut.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel
Editor : Anwar Bahar Basalamah