JP Radar Kediri – Mobil matic (transmisi otomatis) menawarkan kenyamanan dan kemudahan dalam berkendara, terutama di jalanan macet atau padat.
Namun, kenyamanan tersebut harus dibarengi dengan perawatan yang tepat. Jika mobil matic jarang dirawat, berbagai masalah serius bisa muncul dan memengaruhi performa bahkan usia kendaraan.
Berikut ini adalah lima masalah umum pada mobil matic akibat kurangnya perawatan, beserta cara mengatasinya.
Pertama, transmisi sering selip (Slipping). Masalahnya pada transmisi terasa tidak berpindah dengan mulus, bahkan terasa seperti "melompat" saat perpindahan gigi.
Ini bisa disebabkan oleh oli transmisi yang sudah kotor, aus, atau volumenya berkurang.
Cara mengatasi adalah cek dan ganti oli transmisi otomatis (ATF) sesuai jadwal (biasanya setiap 40.000–50.000 km). Gunakan oli yang sesuai spesifikasi pabrik.
Dan hindari kebiasaan menginjak gas dan rem secara bersamaan yang bisa merusak transmisi.
Kedua, perpindahan gigi tersendat atau tidak halus. Masalahnya mobil terasa tersentak saat berpindah gigi atau terjadi jeda yang lama.
Ini sering terjadi karena adanya kerusakan pada solenoid transmisi atau tekanan hidrolik yang tidak stabil.
Cara mengatasinya dengan melakukan flushing transmisi jika oli transmisi sangat kotor.
Bawa ke bengkel untuk pengecekan komponen solenoid atau sensor TCM. Dan jangan menunda perawatan ketika gejala awal mulai terasa.
Ketiga, mobil sulit mundur atau tidak bisa maju. Masalahnya mobil tidak bisa berjalan mundur, atau bahkan tidak bisa maju, meski mesin hidup.
Ini bisa disebabkan oleh kerusakan internal pada sistem transmisi, seperti kampas kopling matic aus atau valve body bermasalah.
Cara mengatasinya dengan segera periksa ke bengkel spesialis transmisi matic. Hindari memaksakan berkendara saat masalah ini muncul karena bisa memperparah kerusakan. Dan melakukan overhaul transmisi jika kerusakan sudah parah.
Keempat, suara dengung atau bunyi aneh dari transmisi. Masalahnya muncul suara mendengung, gemeretak, atau kasar saat mobil berjalan.
Ini bisa menandakan aus pada bearing, roda gigi, atau kurangnya pelumasan pada transmisi.
Cara mengatasinya melakukan segera ganti oli transmisi jika sudah kotor atau encer.
Cek komponen internal jika suara tetap muncul setelah ganti oli. Dan menghindari beban berat berlebih karena bisa mempercepat kerusakan.
Kelima, konsumsi bahan bakar boros. Masalahnya mesin terasa berat dan konsumsi BBM meningkat drastis.
Ini bisa terjadi karena kerja transmisi tidak efisien, sehingga mesin harus bekerja lebih keras dari biasanya.
Cara mengatasi dengan melakukan servis rutin transmisi, termasuk pengecekan oli dan sistem kelistrikan.
Gunakan mode berkendara yang sesuai, seperti mode “D” untuk jalan normal dan “L” untuk tanjakan. Dan menghindari mengemudi agresif (sering menginjak gas dan rem mendadak).
Untuk mencegah kelima masalah di atas, berikut beberapa langkah perawatan yang direkomendasikan.
Mengganti oli transmisi setiap 40.000–50.000 km atau sesuai buku manual. memanaskan mobil sebelum digunakan, terutama saat mesin dingin.
Menghindari sering memindahkan tuas dari “D” ke “R” secara mendadak. Melakukan servis berkala di bengkel resmi atau terpercaya. Dan menggunakan hanya suku cadang dan oli transmisi yang direkomendasikan pabrikan.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah