JP Radar Kediri – Rem adalah salah satu komponen terpenting dalam sistem keselamatan sepeda motor. Namun, banyak pengendara yang mengeluhkan munculnya suara berdecit, berderit, atau mendecak saat rem digunakan.
Suara-suara ini bukan hanya mengganggu, tetapi juga bisa menjadi tanda adanya masalah pada sistem pengereman motor.
Berikut beberapa penyebab umum suara rem motor berbunyi yang perlu Anda ketahui.
Pertama, kampas rem aus atau habis. Salah satu penyebab utama suara rem berbunyi adalah kampas rem yang sudah menipis atau habis.
Ketika kampas rem aus, bagian logam dari kampas akan langsung bergesekan dengan cakram atau tromol, menimbulkan suara berdecit atau gesekan keras.
Ciri-ciri muncul suara berdecit saat rem ditekan. Efektivitas pengereman menurun. Dan permukaan kampas terlihat sangat tipis. Solusi segera ganti kampas rem dengan yang baru.
Kedua, debu dan kotoran di sistem rem. Debu, pasir, atau lumpur yang masuk ke sistem pengereman (cakram atau tromol) bisa menyebabkan gesekan tidak normal saat rem digunakan.
Hal ini sering terjadi pada motor yang digunakan di medan berdebu atau saat musim hujan.
Ciri-cirinya suara rem muncul tiba-tiba dan bunyi terdengar seperti berderit kasar. Solusinya dengan bersihkan sistem rem, terutama bagian kampas dan cakram/tromol. Bisa dilakukan sendiri atau di bengkel.
Ketiga, karena cakram atau tromol tidak rata. Cakram atau tromol yang tidak rata (bengkok atau bergelombang) akan menyebabkan gesekan tidak merata dengan kampas rem.
Hal ini dapat menimbulkan suara berisik saat pengereman, dan seringkali diiringi getaran.
Ciri-cirinya ada suara gesekan saat rem ditekan dan terdapat getaran saat mengerem.
Solusinya segera melakukan pengecekan di bengkel. Jika kerusakan parah, komponen perlu diganti.
Keempat, kampas rem baru belum teradaptasi. Jika Anda baru mengganti kampas rem dan muncul suara berdecit, bisa jadi kampas tersebut belum ‘nempel’ sempurna ke permukaan cakram atau tromol.
Biasanya, hal ini akan hilang setelah beberapa hari pemakaian normal. Solusinya gunakan motor secara normal dan hindari pengereman mendadak agar kampas bisa menyesuaikan.
Kelima, pelumas hilang atau tidak cukup. Pada sistem rem tromol, beberapa bagian seperti pin penggerak kampas perlu diberi pelumas agar tidak menimbulkan suara.
Jika pelumas kering atau tidak ada, bagian tersebut bisa menimbulkan gesekan logam yang berbunyi. Solusinya dengan menambahkan pelumas khusus (bukan sembarang oli) pada bagian mekanis yang dianjurkan.
Keenam, kualitas kampas rem kurang baik. Kampas rem murah atau palsu sering kali dibuat dari bahan kasar yang mudah menimbulkan suara.
Selain bising, bahan berkualitas rendah ini bisa merusak cakram atau tromol dalam jangka panjang. Solusinya gunakan kampas rem asli atau berkualitas dari merek terpercaya.
Lantas, kapan harus ke bengkel? Jika suara rem motor terus muncul meskipun sudah dibersihkan atau diganti kampasnya, sebaiknya segera periksa ke bengkel.
Terutama jika suara disertai getaran atau penurunan daya pengereman. Masalah pada rem tidak boleh dianggap sepele karena berkaitan langsung dengan keselamatan berkendara.
Jadi, suara rem motor berbunyi bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kampas rem aus, kotoran, hingga kualitas komponen. Perawatan rutin dan pemeriksaan berkala adalah kunci untuk menjaga rem tetap bekerja optimal dan bebas suara aneh.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah