JP Radar Kediri – Oli mesin adalah nyawa bagi performa motor karena berfungsi sebagai pelumas, pendingin, dan pembersih komponen mesin. Namun, banyak pengendara sering menunda atau bahkan lupa mengganti oli mesin secara berkala.
Padahal, jika tidak ganti oli mesin tepat waktu bisa menyebabkan kerusakan serius yang membutuhkan biaya perbaikan mahal. Berikut adalah dampak buruk tidak ganti oli mesin pada motor dan cara mencegahnya.
Pertama, mesin motor cepat panas dan overheating. Penyebabnya adalah oli yang sudah kotor dan encer tidak mampu mendinginkan mesin dengan optimal. Dan gesekan antar komponen meningkat karena kurangnya pelumasan.
Dampaknya mesin cepat karena kepanasan (overheating). Dan performa motor menurun, terutama saat digunakan untuk jarak jauh. Solusinya adalah ganti oli secara rutin sesuai rekomendasi pabrik (biasanya setiap 2.000 samapai 4.000 km). Gunakan oli dengan viskositas yang tepat.
Kedua, komponen mesin cepat aus dan rusak. Penyebabnya oli yang sudah terkontaminasi kotoran dan logam berubah menjadi ampas dan tidak melumasi dengan baik. Dan gesekan logam (piston, ring, crankshaft) terjadi tanpa pelumas yang memadai.
Dampaknya piston bareng (tergores) karena gesekan keras. Klep mesin cepat rusak, menyebabkan kompresi turun dan motor ngebul. Dan bearing rusak, mengakibatkan suara kasar dan getaran berlebihan.
Solusinya adalah jangan menunda ganti oli mesin. Jika sudah terdengar suara "tek-tek" atau "derak-derak", segera periksa ke bengkel.
Ketiga, tenaga motor menurun dan boros bensin. Penyebabnya oli kotor menyebabkan gesekan tinggi, sehingga mesin bekerja lebih keras. Dan pembakaran tidak optimal karena komponen mesin tidak terlumasi dengan baik.
Dampaknya motor kehilangan tenaga saat akselerasi.
Dan konsumsi BBM menjadi lebih boros. Solusinya ganti oli dengan oli synthetic atau semi-synthetic untuk pelumasan lebih maksimal. Periksa kualitas oli secara berkala (jika sudah hitam pekat, segera ganti).
Keempat, sludge (Kerak Hitam) Menumpuk di Mesin. Penyebabnya oli yang terlalu lama tidak diganti akan mengendap dan bercampur dengan sisa pembakaran. Terbentuk kerak hitam (sludge) yang menyumbat saluran oli.
Dampaknya sirkulasi oli terhambat, menyebabkan pelumasan tidak merata.
Mesin cepat rusak karena komponen kekurangan pelumas. Solusinya gunakan oli berkualitas dan hindari oli murah yang mudah terdegradasi. Dan jika mesin sudah kotor, lakukan engine flush (pembersihan mesin) sebelum ganti oli baru.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah