Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Perhatikan Ini! Waktu dan Bahaya Tidak Ganti V-Belt pada Motor Matic.

Mohammad Basid Alharis • Rabu, 16 Juli 2025 | 03:22 WIB
Ilustrasi ganti V-Belt.
Ilustrasi ganti V-Belt.

 

JP Radar Kediri - Motor matic telah menjadi pilihan utama banyak pengendara di Indonesia karena kepraktisannya.

Namun, di balik kenyamanan tersebut, terdapat komponen penting yang sering terlupakan perawatannya, yaitu V-Belt.

Komponen ini berperan vital dalam sistem transmisi CVT (Continuously Variable Transmission) pada motor matic.

Jika V-Belt dibiarkan aus atau rusak tanpa penggantian tepat waktu, bisa menimbulkan berbagai risiko serius.

Apa itu V-Belt dan fungsinya? V-Belt adalah sabuk karet berbentuk huruf "V" yang menghubungkan pulley primer (di mesin) dengan pulley sekunder (di roda belakang).

Fungsinya untuk menyalurkan tenaga dari mesin ke roda secara otomatis, sehingga pengendara tidak perlu memindahkan gigi secara manual.

Lalu, kapan waktu yang tepat mengganti V-Belt? Secara umum, pabrikan menyarankan penggantian V-Belt setiap 20.000–25.000 km tergantung pada tipe motor dan kondisi penggunaan.

Namun, jika motor sering digunakan dalam kondisi berat (macet, tanjakan, beban berlebih), sebaiknya periksa atau ganti V-Belt lebih awal, misalnya di angka 15.000 km.

ada beberapa tanda yang menunjukkan V-Belt mulai bermasalan. Antara lain akselerasi motor terasa menurun atau tersendat.

Suara mendecit dari area CVT. Getaran saat motor mulai dijalankan. Dan V-Belt terlihat retak, kaku, atau menipis saat dibongkar
Kalau sudah tahu tanda-tandanya, ini bahaya tidak mengganti V-Belt tepat waktu.

Pertama, jelas putus mendadak di Jalan. V-Belt yang sudah rapuh bisa putus tiba-tiba saat berkendara.

Jika ini terjadi, motor langsung kehilangan tenaga dan tidak bisa dijalankan. Bisa sangat berbahaya jika terjadi di tengah lalu lintas padat atau jalan menanjak.

Kedua, merusak komponen CVT Lainnya. V-Belt yang aus bisa merusak komponen lain seperti pulley, roller, dan kampas kopling.

Akibatnya, biaya perbaikan menjadi jauh lebih mahal dibanding hanya mengganti V-Belt.

Ketiga, efisiensi bahan bakar menurun. V-Belt yang tidak optimal membuat mesin bekerja lebih berat dan boros bahan bakar.

Keempat, tarikan motor jadi berat dan tidak responsif. Jika tarikan terasa lambat dan tidak halus, ini bisa jadi tanda V-Belt mulai aus. Hal ini mengganggu kenyamanan berkendara, terutama saat stop and go.

Biar V-Belt aman ini tips merawatnya mulai dari lakukan servis CVT rutin setiap 8.000–10.000 km.

Hindari akselerasi mendadak yang bisa mempercepat keausan

Dan gunakan suku cadang asli atau berkualitas baik saat penggantian

Dengan demikian, jangan anggap sepele peran V-Belt dalam motor matic. Penggantian tepat waktu bukan hanya memperpanjang umur motor, tapi juga menjaga keselamatan Anda di jalan.

Cek buku manual motor Anda dan lakukan servis berkala agar performa tetap optimal dan terhindar dari risiko mogok mendadak.

Jika sudah menempuh jarak di atas 15.000 km, ada baiknya segera memeriksakan V-Belt ke bengkel terpercaya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#otomotif #Matic #motor #V-Belt #cvt