Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Awasa Jangan Dibuka! Ini Alasan Air Radiator Tidak Boleh Dibuka saat Mesin Mobil Overheat.

Mohammad Basid Alharis • Selasa, 8 Juli 2025 | 02:42 WIB
Pengisian air radiator pada mobil.
Pengisian air radiator pada mobil.

 

JP Radar Kediri – Ketika mesin mobil mengalami overheat, banyak pengemudi merasa panik dan secara refleks ingin membuka tutup radiator untuk mengecek kondisi air di dalamnya. Namun, tindakan ini sangat berbahaya dan tidak dianjurkan.

Membuka tutup radiator saat mesin dalam kondisi panas bisa menimbulkan risiko serius, baik bagi pengemudi maupun kendaraan itu sendiri. Lantas, apa yang terjadi saat mesin overheat?

Mesin yang overheat menandakan bahwa suhu mesin telah melebihi batas normal operasional (biasanya di atas 100°C). Dalam kondisi ini, air radiator dan cairan pendingin lainnya berada dalam tekanan tinggi dan suhu sangat panas. Sistem pendingin bekerja dengan cara menjaga suhu mesin tetap stabil, dan saat suhu melonjak, tekanan dalam radiator meningkat drastis.

Ini bahaya membuka tutup radiator saat panas. Pertama, terjadi semburan uap panas. Saat tutup radiator dibuka dalam kondisi mesin panas, tekanan yang tertahan di dalam sistem akan langsung keluar dalam bentuk uap air dan cairan mendidih. Uap ini bisa menyembur dengan kuat dan mengenai tangan, wajah, atau tubuh, yang bisa menyebabkan luka bakar serius.

Kedua, karena cairan pendingin mendidih. Air atau coolant yang berada di atas titik didih akan langsung mendidih dan muncrat keluar begitu tekanan dilepaskan secara tiba-tiba. Hal ini juga dapat merusak komponen lain di ruang mesin dan menyebabkan kerusakan tambahan.

Ketiga, akan mengalami kerusakan pada sistem pendingin. Membuka tutup radiator dalam kondisi panas bisa menyebabkan udara masuk ke dalam sistem, yang dapat memicu overheating lanjutan atau kerusakan pada pompa air dan thermostat.

Lalu, apa yang harus dilakukan saat mesin overheat? Jika mobil mengalami overheat, lakukan langkah-langkah berikut.

Pertama, segera berhenti di tempat aman dan matikan mesin. Kedua, buka kap mesin untuk membantu proses pendinginan secara alami. Ketiga, tunggu minimal 30–60 menit sampai suhu mesin turun dan radiator tidak panas saat disentuh.

Keempat, setelah mesin cukup dingin, baru periksa air radiator dan tambahkan coolant jika diperlukan. Dan kelima, jika overheat sering terjadi, segera bawa mobil ke bengkel untuk pemeriksaan lebih lanjut.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#otomotif #merawat mobil #mobil #Overheat